Buka konten ini

BATAM (BP) – Sektor pariwisata Batam mencatatkan capaian gemilang sepanjang 2025. Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) menembus 1.613.202 orang, melampaui target 1,5 juta yang ditetapkan sebelumnya. Ini menjadi kali pertama Batam melampaui target kunjungan sejak pandemi Covid-19.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardi Winata, menyampaikan capaian tersebut dalam agenda buka puasa bersama DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Kepulauan Riau di Batam View Beach Resort, Selasa (3/3).
“Alhamdulillah, kunjungan wisman ke Batam tahun 2025 sudah over target, mencapai 1.613.202 dari target 1,5 juta. Ini juga sudah melampaui target Kepri. Tahun 2025 adalah tahun pertama kita melampaui target setelah Covid,” ujar Ardi, disambut tepuk tangan peserta.
Ia menegaskan, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi seluruh pelaku industri pariwisata, termasuk ASITA yang aktif mempromosikan Batam ke mancanegara.
Menurut Ardi, kontribusi sektor pariwisata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Batam cukup signifikan. Sekitar 24 persen PAD bersumber dari sektor hotel, restoran, dan hiburan.
Tren positif itu berlanjut pada awal 2026. Pada Januari saja, Batam telah mencatat 126.000 kunjungan wisman. “Angka ini sangat luar biasa dibandingkan periode sebelumnya. Artinya, tren positif ini terus berlanjut,” katanya.
Ardi menambahkan, Pemerintah Kota Batam menempatkan pariwisata sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah. Dari 15 program prioritas, salah satunya berfokus pada peningkatan investasi dan pengembangan destinasi berbasis MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition).
Penguatan sektor MICE diyakini mampu mendongkrak lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja mereka selama berada di Batam.
Ia juga mengapresiasi konsistensi pelaku usaha dalam mendukung promosi pariwisata, termasuk manajemen Batam View Beach Resort yang dinilai aktif berkolaborasi dalam berbagai agenda promosi.
Sementara itu, Ketua DPD ASITA Kepri, Eva Betty Siahaan, menyebut pihaknya menaungi sekitar 80 agen perjalanan aktif yang terus mempromosikan Kepri di pasar internasional. Promosi dilakukan melalui partisipasi dalam ajang pariwisata bergengsi seperti ITB Berlin dan ITB Asia.
Selain itu, ASITA juga menjalin kerja sama dengan Pasir Gudang Ferry Terminal untuk mempermudah akses wisatawan melalui Terminal Ferry Nongsa Pura.
“Hingga saat ini belum ada travel warning yang berdampak pada Kepri. Bahkan fenomena wisatawan Singapura yang ramai berbelanja di Batam menjadi testimoni positif yang menghidupkan ekonomi lokal,” ujar Eva.
Agenda buka puasa bersama tersebut menjadi momentum mempererat sinergi pelaku usaha pariwisata sekaligus menghadirkan aksi sosial. Kegiatan yang digelar di Batam View Beach Resort itu dihadiri lebih dari 230 peserta, termasuk 160 anak yatim. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO