Buka konten ini

BIRMINGHAM (BP) – Pebulu tangkis tunggal putri India Pusarla Sindhu dipastikan mundur dari ajang All England Open Badminton Championships. Keputusan itu diambil setelah Sindhu terdampak situasi perang Iran melawan Amerika Serikat dan Israel yang memanas dalam beberapa hari terakhir.
Laporan media India menyebutkan Sindhu sempat tertahan di Dubai dan tidak bisa melanjutkan perjalanan ke Inggris akibat penutupan bandara serta pembatasan penerbangan. Konflik di kawasan Timur Tengah membuat sejumlah penerbangan internasional terganggu. Sindhu bahkan mengalami langsung situasi mencekam saat berada di bandara. Melalui Instagram Story, peraih dua medali Olimpiade itu mengungkapkan terjadi ledakan di dekat lokasi tempatnya berlindung.
”Telah terjadi ledakan di dekat tempat kami berlindung di bandara. Pelatih saya sampai harus berlari keluar dari area itu karena dia paling dekat dengan asap dan puing-puing,” tulis Sindhu, Minggu (1/3).
Ia menyebut momen tersebut sangat menegangkan dan menakutkan. Beruntung, pihak otoritas bandara segera memindahkan mereka ke lokasi yang lebih aman. Meski kondisi sudah kondusif, Sindhu akhirnya memutuskan batal berangkat karena tidak memungkinkan tiba tepat waktu di Inggris.
BWF Lakukan Penyesuaian Jadwal
Federasi Bulu Tangkis Dunia atau Badminton World Federation (BWF) sebelumnya menyatakan siap melakukan penyesuaian jadwal bagi atlet yang terdampak konflik. Asalkan, atlet masih bisa tiba sebelum hari pertandingan dimulai.
”Pengawasan terhadap situasi dan siap sedia membantu delegasi yang mengalami penundaan atau perubahan rute penerbangan. Semua ini termasuk meninjau dan mempersiapkan kemungkinan penyesuaian jadwal kompetisi jika ada keterlambatan terkait kedatangan delegasi,” tulis penyataan resmi BWF.
Namun, Sindhu memutuskan untuk tidak melanjutkan perjalanan ke Inggris. Posisinya kemudian digantikan oleh pemain reserve asal Taiwan Huang Yu-Hsun.
Selain Sindhu, sejumlah pemain lain juga batal tampil di All England 2026. Tunggal putri Skotlandia, Kirsty Gilmour, mundur karena cedera yang dialami saat tampil di German Open pekan lalu. Tempatnya digantikan wakil Taiwan, Wen Chi Su.
Dari sektor ganda campuran, pasangan Thailand Dechapol Puavaranukroh/Supissara Paewsampran juga menarik diri. Supissara dikabarkan tengah menjalani perawatan di rumah sakit sehingga tidak memungkinkan bertanding. Posisi mereka digantikan pasangan Taiwan Wu Guan Xun/Lee Chia Hsin.
Mundurnya Dechapol/Supissara berdampak pada wakil Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu. Mereka mengalami perubahan bagan dan menghadapi pasangan China Gua Jia Xuan/Wu Meng Ying pada babak awal. Situasi ini bahkan membuka peluang terjadinya duel sesama wakil Merah Putih di babak 16 besar. Itu terjadi jika Jafar/Felisha mampu mengalahkan Gua Jia Xuan/Wu Meng Ying, dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah menang atas pasangan Jerman Marvin Seidel/Thuc Phuong Nguyen. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO