Buka konten ini
JAKARTA (BP) – Dewan Pimpinan Pusat Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPP Perbasi) merespons keresahan masyarakat. Itu terkait dugaan penipuan yang mencatut nama ketua umum mereka, Budisatrio Djiwandono. Modusnya, meminta sejumlah uang dengan dalih kegiatan trial maupun agenda pengembangan bola basket.
Ketua Badan Legal, Etik, dan Disiplin DPP Perbasi Fritz Edward Siregar menegaskan bahwa pihaknya menyayangkan keras tindakan tersebut. Menurut dia, Perbasi selalu terbuka untuk bekerja sama dengan siapa pun dalam membangun ekosistem bola basket nasional, namun harus melalui prosedur resmi.
Fritz menegaskan, DPP Perbasi tidak pernah mengeluarkan surat rekomendasi untuk kegiatan yang mengatas namakan Junior Basket Indonesia (JBI). Baik untuk trial maupun agenda lainnya.
”DPP Perbasi tidak pernah mengeluarkan surat apa pun untuk kegiatan yang mengatasnamakan JBI. Jika ada surat rekomendasi yang beredar, itu merupakan bentuk penipuan,” tegasnya.
Masyarakat pun diimbau agar selalu melakukan verifikasi melalui kanal resmi sebelum melakukan pembayaran atau mengikuti kegiatan tertentu. Bagi yang merasa menjadi korban, Perbasi meminta agar segera melapor kepada aparat penegak hukum.
‘’Sebagai langkah lanjutan, DPP Perbasi akan melakukan investigasi terkait pencatutan nama ketua umum dalam kegiatan tersebut,’’ tandasnya.
Sekretaris Jenderal DPP Perbasi Nirmala Dewi menyatakan, pihaknya membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat yang menemukan kejanggalan dalam pelaksanaan kegiatan bola basket. ”DPP Perbasi membuka komunikasi dengan siapapun yang ingin mengkonfirmasi mengenai hal-hal mencurigakan,” terang Nirmala. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO