Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Mantan Menteri Luar Negeri RI periode 2001–2009, Noer Hassan Wirajuda, mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto akan melakukan evaluasi terhadap posisi Indonesia dalam misi Dewan Perdamaian (Board of Peace/BoP) menyusul perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Dalam acara diskusi kebangsaan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (3/3) malam, Hassan menyampaikan bahwa pembahasan menitikberatkan pada dampak eskalasi perang terhadap efektivitas misi BoP, yang fokus pada gencatan senjata, bantuan kemanusiaan, serta rehabilitasi dan rekonstruksi.
Hassan menambahkan, Presiden menilai penting melakukan evaluasi karena situasi di lapangan terus berubah. Pemerintah akan menimbang beberapa faktor, termasuk komitmen pendanaan dan kontribusi pasukan Indonesia, yang selama ini tercatat sebagai salah satu yang terbesar dalam misi tersebut.
”Keputusan belum diambil. Beliau pasti akan mengevaluasi dan memutuskan pada waktu yang tepat,” ujarnya.
Mengenai kemungkinan Indonesia meninggalkan BoP, Hassan menyebut Presiden tidak menutup opsi tersebut jika misi dianggap tidak lagi sesuai tujuan awal atau tingkat keberhasilannya menurun. Sejak awal, Presiden menegaskan hak Indonesia untuk keluar jika visi misi BoP tidak selaras dengan UUD 1945.
Hassan juga menyoroti bahwa serangan AS dan Israel terhadap Iran berpotensi mengurangi keberhasilan misi BoP. ”Presiden mengatakan kita akan menilai sejauh mana BoP dapat tetap menjalankan misinya. Jika tidak memungkinkan, kita keluar. Itu jelas, dan beliau tidak menutupi hal ini,” kata Hassan. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO