Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Anambas menggencarkan patroli selama bulan Ramadan guna menjaga ketertiban dan menciptakan suasana kondusif bagi masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Patroli dilakukan rutin, terutama pada siang hingga malam hari. Sejumlah titik yang dinilai rawan gangguan ketertiban menjadi sasaran pengawasan.
Lokasi yang disisir meliputi pelosok desa, pusat keramaian, pasar, tempat hiburan malam (THM), rumah kos, hingga hotel. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas yang berpotensi mengganggu kenyamanan warga selama Ramadan.
Kepala Satpol PP Kepulauan Anambas, Abdul Rasyid, mengatakan patroli dilakukan menyeluruh tanpa tebang pilih. Petugas turun langsung memeriksa satu per satu lokasi yang menjadi target pengawasan.
“Patroli rutin kami lakukan. Semua lokasi didatangi, terakhir kami menyisir pasar dari warung ke warung,” ujar Rasyid, Selasa (3/3).
Dalam patroli tersebut, petugas masih menemukan pedagang yang menjual minuman beralkohol jenis bir. Namun jumlahnya terbatas.
“Ada beberapa yang menjual, tapi tidak banyak, sekitar empat sampai tujuh kaleng. Kami lakukan pendekatan persuasif agar tidak menjual lagi selama Ramadan,” tegasnya.
Ia menegaskan, penindakan mengedepankan cara humanis melalui imbauan dan peringatan agar pedagang menghormati bulan suci.
Selain pengawasan peredaran minuman beralkohol, Satpol PP juga merespons laporan masyarakat terkait potensi gangguan keamanan, salah satunya rencana aksi perang sarung oleh sekelompok remaja.
Petugas langsung mendatangi sejumlah lokasi yang disebutkan warga. Namun saat tiba di lokasi, aktivitas tersebut tidak ditemukan.
“Diduga sudah membubarkan diri sebelum petugas datang. Lokasinya beragam, ada di Tanjung, sekitar Masjid Agung, hingga di Antang,” jelasnya.
Satpol PP memastikan patroli akan terus ditingkatkan hingga akhir Ramadan dengan melibatkan aparat terkait serta dukungan masyarakat.
Rasyid mengimbau warga bersama-sama menjaga ketertiban dan saling menghormati. Pedagang diminta tidak menjual minuman beralkohol, sementara remaja diingatkan tidak melakukan kegiatan yang berpotensi memicu keributan.
“Ramadan momentum untuk menjaga suasana tetap aman dan nyaman. Kami berharap masyarakat bekerja sama agar ibadah bisa berjalan khusyuk tanpa gangguan,” tutupnya. (***)
Reporter : Ihsan Imaduddin
Editor : GUSTIA BENNY