Buka konten ini
BATAM (BP) – Puluhan anggota komunitas driver ojol di Batam diduga menjadi korban penipuan dan penggelapan berkedok pendaftaran mitra pengemudi. Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp50 juta dan berpotensi terus bertambah.
Kasus ini mencuat setelah Organisasi Keluarga Komunitas Driver Online (KOMANDO) Batam menerima sejumlah laporan dari anggotanya yang mengaku diminta menyerahkan uang oleh oknum tertentu dengan janji percepatan pembuatan akun mitra Grab.
Pengurus KOMANDO kemudian melakukan penelusuran internal atas laporan tersebut. Dari hasil pendalaman, komunitas menemukan dugaan keterlibatan seorang oknum driver Grab Batam berinisial PNJ yang disebut menjadi bagian dari jaringan penipuan terhadap calon driver baru.
PNJ selanjutnya diamankan pihak komunitas untuk dimintai keterangan. Dalam proses klarifikasi internal, terungkap bahwa PNJ diduga tidak bekerja sendiri. Ia disebut beraksi bersama sejumlah pihak lain berinisial END dan RI yang diduga berperan mencari korban di berbagai komunitas transportasi online di Batam.
Modus yang digunakan yakni menawarkan bantuan pembuatan akun driver Grab melalui jalur belakang dengan meminta sejumlah uang. Untuk calon pengemudi roda dua, korban diminta membayar sekitar Rp600 ribu. Sementara itu, calon driver roda empat dikenakan biaya antara Rp1,5 juta hingga Rp2 juta.
Namun dalam praktiknya, banyak akun yang dibuat justru berasal dari luar wilayah Batam sehingga tidak dapat digunakan. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO