Buka konten ini

NONGSA (BP) – Sejumlah korban pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Batam mendatangi Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Kepulauan Riau, Jumat (27/2) sejak pagi. Mereka berharap, dari belasan sepeda motor yang diamankan sebagai barang bukti hasil pengungkapan sindikat curanmor, salah satunya merupakan milik mereka.
“Kami datang untuk mengecek langsung, siapa tahu motor yang hilang ada di sini,” ujar Imelda, salah seorang warga yang datang ke Mapolda Kepri.
Sebagian warga berhasil menemukan kendaraan mereka. Namun, tak sedikit pula yang harus pulang dengan perasaan kecewa karena motor yang dicari belum ditemukan.
“Ada yang langsung ketemu, tapi kami belum beruntung. Motor yang kami cari belum ada di sini,” kata Imelda.
Ia mengaku datang dari Batuaji untuk mencari sepeda motor milik kakaknya yang hilang di kawasan SP Plaza, Sagulung, pada pertengahan Januari lalu. Saat itu, motor diparkir ketika mereka berolahraga di lapangan sekitar pusat perbelanjaan tersebut.
“Motor kakak saya dibeli tunai. Waktu itu kami olahraga, motornya dikunci setang, tapi tidak pakai kunci tambahan. Pas pulang sudah hilang,” ungkapnya.
Sepeda motor yang hilang merupakan Honda Scoopy warna hitam putih yang biasa digunakan untuk mengantar anak sekolah. Ia mengaku sudah melapor ke polisi di Sagulung, tetapi belum mendapat perkembangan berarti hingga akhirnya memutuskan datang langsung ke Mapolda Kepri.
“Kami sudah lapor, tapi belum ada kabar. Begitu dengar ada motor curian diamankan di sini, kami langsung datang bawa STNK dan BPKB. Tapi ternyata motor kami belum ditemukan,” ujarnya.
Nasib serupa dialami Eldi, warga Bengkong, yang datang bersama anaknya. Ia kehilangan Honda Scoopy yang baru dibelinya tahun lalu. Motor tersebut raib dua pekan lalu saat diparkir di kawasan Bengkong ketika ia mengantar oleh-oleh untuk kakaknya yang baru pulang dari Jakarta.
“Parkir sekitar setengah jam, pas balik motor sudah tidak ada. Padahal kunci setang sudah saya pasang. Ada CCTV, wajahnya jelas sekali,” kata Eldi.
Ia mengaku telah melapor ke Polsek Bengkong, namun hingga kini belum ada kabar lanjutan. Motor tersebut selama ini digunakan anaknya untuk kuliah sehingga kehilangan itu cukup memberatkan keluarga.
“Motor itu dipakai anak saya kuliah. Kami sangat berharap bisa ketemu kembali,” ujarnya.
Di tengah upaya pencarian, Eldi bahkan sempat berkonsultasi dengan orang pintar yang menyebut motornya masih berada di wilayah Batam, tepatnya di kawasan Baloi Mas.
Namun, dari belasan motor yang dipamerkan di Mapolda Kepri, ia tidak menemukan kendaraannya.
“Kata orang pintar masih di Batam, di sekitar Baloi Mas. Tapi setelah lihat-lihat di sini, motor saya belum ada,” katanya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kepri, Kombes Ronni Bonic, mengaku belum menerima laporan resmi terkait banyaknya warga yang datang mengecek motor hasil sitaan. Meski demikian, pihaknya membuka ruang bagi masyarakat yang merasa kehilangan untuk datang langsung ke Mapolda Kepri.
“Nanti saya cek dulu. Kalau informasi ini sampai ke masyarakat, alhamdulillah. Kami berharap warga yang merasa kehilangan bisa datang ke sini untuk melihat barang bukti,” ujar Ronni.
Sebelumnya, Tim Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri membongkar sindikat curanmor lintas kota yang menyasar sepeda motor jenis matik. Aksi pencurian dilakukan berdasarkan pesanan, kemudian hasil curian dijual ke luar Batam, salah satunya ke wilayah Pulau Moro, Kabupaten Karimun.
Dari pengungkapan tersebut, polisi menyita 14 unit sepeda motor, tiga unit telepon genggam, serta uang tunai belasan juta rupiah. Dari penggeledahan terhadap salah satu penadah, polisi menemukan sembilan paket narkotika jenis sabu. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO