Buka konten ini

BERPUASA tidak identik dengan tubuh lunglai, sulit berkonsentrasi, atau menurunnya produktivitas sepanjang hari. Anggapan bahwa rasa lapar dan lelah pasti tak terhindarkan selama Ramadan sebenarnya tidak sepenuhnya tepat.
Dengan pengaturan pola makan, waktu istirahat, dan kebiasaan yang terencana, tubuh tetap dapat bertenaga sejak pagi hingga waktu berbuka.
Intinya bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi menyusun strategi agar energi tetap stabil dan tidak mudah terkuras.
Bagi Anda yang ingin tetap aktif bekerja, belajar, maupun menjalankan rutinitas harian tanpa terganggu rasa lemas berlebihan, berikut sejumlah langkah yang dapat diterapkan selama bulan puasa.
Dilansir dari laman Riwaya, Jumat (27/2), berikut tujuh cara efektif untuk membantu mengurangi rasa lapar dan kelelahan saat berpuasa.
1. Penuhi Kebutuhan Cairan
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan cairan selama berjam-jam sehingga risiko dehidrasi meningkat, terlebih saat cuaca panas atau aktivitas padat.
Karena itu, cukupi kebutuhan air minum dari waktu berbuka hingga sahur. Konsumsi secara bertahap, misalnya dua gelas saat berbuka, beberapa gelas setelah makan malam, dan sisanya saat sahur.
Hindari minum dalam jumlah besar sekaligus karena penyerapan tidak optimal. Selain air putih, pilih buah dan sayur dengan kandungan air tinggi seperti semangka, jeruk, melon, dan mentimun. Batasi minuman manis berlebihan atau bersoda karena dapat memicu rasa haus lebih cepat.
2. Kurangi Asupan Kafein
Kafein pada kopi, teh, maupun minuman energi bersifat diuretik yang membuat tubuh lebih sering buang air kecil dan kehilangan cairan. Dampaknya, rasa haus saat puasa bisa semakin kuat.
Jika terbiasa mengonsumsi kafein, kurangi secara bertahap agar tidak memicu sakit kepala atau rasa lemas. Sebagai alternatif, pilih teh herbal atau air hangat dengan campuran madu dan lemon yang lebih bersahabat bagi tubuh.
3. Batasi Makanan Tinggi Gula
Makanan manis memang kerap menjadi pilihan saat berbuka karena mampu mengembalikan energi dengan cepat. Namun konsumsi berlebihan dapat memicu lonjakan gula darah yang diikuti penurunan drastis, sehingga tubuh terasa lesu dan mengantuk.
Cukup konsumsi secukupnya, seperti satu atau dua butir kurma. Utamakan sumber manis alami dari buah segar dibandingkan kue atau minuman dengan tambahan gula tinggi agar energi lebih stabil.
4. Awali Berbuka dengan Ringan
Setelah seharian kosong, lambung perlu penyesuaian. Mengonsumsi makanan berat dan berminyak secara langsung bisa memicu rasa tidak nyaman seperti kembung atau mual.
Mulailah dengan air putih dan makanan ringan seperti kurma atau sup hangat. Beri jeda sebelum menyantap makanan utama, serta makanlah secara perlahan agar pencernaan bekerja optimal dan tidak menimbulkan rasa terlalu kenyang.
5. Perhatikan Menu Sahur
Sahur berperan penting sebagai sumber energi utama sepanjang hari. Melewatkan sahur atau memilih menu kurang bergizi membuat tubuh lebih cepat lapar dan lelah.
Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah, roti gandum, oatmeal, atau kentang yang dicerna lebih lambat sehingga energi dilepas bertahap. Tambahkan protein seperti telur, ayam, ikan, tahu, atau tempe untuk membantu rasa kenyang lebih lama.
Lemak sehat dari kacang-kacangan atau alpukat juga dapat menjaga kestabilan energi. Hindari makanan terlalu berminyak karena berpotensi membuat perut tidak nyaman dan mudah mengantuk.
6. Manfaatkan Tidur Siang Singkat
Bangun lebih awal untuk sahur sering kali mengurangi durasi tidur malam. Kurang istirahat dapat menurunkan fokus dan stamina.
Tidur siang selama 20–30 menit dapat membantu memulihkan energi tanpa menimbulkan rasa berat setelah bangun. Hindari tidur terlalu lama agar tidak mengganggu pola tidur malam.
7. Cukupi Waktu Istirahat
Kualitas dan durasi tidur berpengaruh pada daya tahan tubuh, suasana hati, dan konsentrasi. Upayakan total waktu tidur 7–9 jam per hari, meski terbagi antara malam dan siang.
Ciptakan suasana kamar yang nyaman serta batasi penggunaan ponsel sebelum tidur agar kualitas istirahat terjaga. Dengan tidur cukup, tubuh lebih siap menjalani puasa dalam kondisi prima dan tetap produktif. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO