Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Sebanyak 10.285 pekerja rentan di Kota Batam kini mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan melalui program BPJS Ketenagakerjaan yang iurannya dianggarkan oleh Pemerintah Kota Batam. Program ini menjadi salah satu prioritas Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, bersama Wakil Wali Kota Li Claudia Chandra, sebagai penguatan jaring pengaman sosial bagi pekerja sektor informal.
Penyerahan kartu kepesertaan dilakukan secara simbolis oleh Sekretaris Daerah Batam, Firmansyah, di Aula PIH Batam Centre, belum lama ini. Ia hadir mewakili kepala daerah dalam kegiatan tersebut.
Program ini menyasar 10.000 pengemudi ojek online, 225 penambang boat pancung, dan 60 penarik becak kayuh. Perlindungan diberikan untuk mengantisipasi risiko sosial dan ekonomi akibat kecelakaan kerja maupun kematian yang kerap membayangi pekerja informal.
Firmansyah menjelaskan, pada 2026 Pemko Batam memberikan perlindungan tambahan melalui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi 10.285 pekerja rentan. Menurut dia, risiko kecelakaan kerja merupakan musibah yang tidak diinginkan, tetapi tetap harus diantisipasi.
“Dengan jaminan ini, kami berharap peserta dapat bekerja lebih tenang, nyaman, dan produktif demi keluarga,” ujarnya.
Ia menambahkan, program tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2021 beserta regulasi turunannya, termasuk Peraturan Wali Kota Batam Nomor 1 Tahun 2026 tentang Perlindungan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
Ada tiga tujuan utama pelaksanaan program ini. Pertama, memberikan perlindungan agar pekerja memiliki rasa aman saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Kedua, menjadi jaring pengaman sosial guna memastikan kebutuhan dasar pekerja dan keluarganya tetap terpenuhi apabila terjadi risiko kerja. Ketiga, mencegah munculnya kemiskinan baru akibat hilangnya sumber pendapatan utama dalam keluarga.
“Kami tidak ingin ketika terjadi musibah, keluarga yang ditinggalkan justru terjerumus ke dalam kemiskinan. Inilah peran pemerintah melalui BPJS Ketenagakerjaan sebagai bantalan ekonomi,” katanya. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO