Buka konten ini

BATUAMPAR (BP) – Aktivitas cut and fill atau pemotongan bukit di kawasan Sengkuang, Perumahan Kaveling Seitering, Kecamatan Batuampar, berdampak pada sedikitnya 20 rumah warga setelah hujan deras mengguyur Batam selama dua hari, Jumat (20/2) lalu. Material tanah dari tebing yang dipotong mengalir ke permukiman dan masuk ke dalam rumah warga.
Pihak perusahaan akhirnya angkat bicara. Mahayuddin, yang disebut sebagai penanggung jawab PT Jutam, mengakui adanya dampak terhadap warga sekitar.
“Kami sudah menggelar pertemuan dengan warga yang terdampak sekitar 20 rumah, termasuk pihak RT,” ujar Mahayuddin saat dihubungi Batam Pos, Rabu (25/2) siang.
Ia menyatakan perusahaan telah memberikan sagu hati kepada warga sebagai bentuk tanggung jawab atas kejadian tersebut. Namun, ketika ditanya mengenai nominal yang diberikan, Mahayuddin enggan merinci. “Itu rahasia pihak perusahaan,” katanya singkat.
Pantauan Batam Pos di lokasi pada Minggu (22/2) menunjukkan jarak antara tebing hasil pemotongan bukit dengan rumah warga hanya sekitar 10 hingga 15 meter. Kondisi tersebut membuat kawasan permukiman sangat rentan ketika hujan deras turun.
Air yang mengalir dari atas bukit membawa material tanah dan lumpur hingga ke halaman, bahkan masuk ke dalam rumah. Warga terdampak pun merasakan langsung akibatnya.
Ismail, salah seorang warga, mengatakan ketinggian lumpur yang masuk ke rumahnya mencapai selutut orang dewasa. Kendaraan yang terparkir di depan rumah juga dipenuhi material tanah.
“Lumpurnya sudah selutut. Mobil dan motor yang parkir di depan rumah dipenuhi lumpur,” ujarnya.
Menurut Ismail, persoalan tersebut bukan sekadar genangan sementara. Selama kondisi tebing masih terbuka tanpa pengamanan maksimal, ancaman lumpur akan terus terjadi setiap kali hujan deras mengguyur.
Ia berharap pihak perusahaan bersama pemerintah melakukan analisis ulang terhadap dampak lingkungan dari aktivitas pemotongan bukit tersebut.
“Jangan hanya mengeluarkan izin aktivitas saja, tapi kaji ulang dampak lingkungannya terhadap warga sekitar. Ketika hujan lebat turun, itu tetap masuk ke rumah-rumah kami,” tegasnya. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO