Buka konten ini

WASHINGTON (BP) – Lebih dari 150 pesawat tempur Amerika Serikat disiagakan di sejumlah titik di Eropa dan Timur Tengah di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran. Informasi tersebut dilaporkan The Washington Post, Selasa (24/2).
Berdasarkan citra satelit yang diambil pada Jumat (20/2), lebih dari 60 pesawat tempur AS, termasuk selusin jet tempur F-35, telah bersiaga di Pangkalan Udara Muwaffaq Salti, Yordania.
Data penerbangan juga menunjukkan Washington menempatkan lebih dari sepertiga armada pesawat pengintai E-3G Sentry ke kawasan Eropa dan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.
Selain itu, pesawat tanker dan sedikitnya satu pesawat pengintai dilaporkan bersiaga di Bandara Chania, Pulau Kreta, Yunani, sejak 17 Februari. Video yang beredar dari lokasi tersebut pada Sabtu (21/2) memperlihatkan tambahan 10 jet tempur F-35 berada di antara pesawat tempur lainnya.
Puluhan pesawat tambahan serta sistem antirudal yang dilengkapi misil Tomahawk juga disiagakan di kapal induk USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford. Belasan jet tempur F-22A Raptor ditempatkan di Pangkalan Udara Lakenheath, Inggris, sementara sedikitnya satu unit F-16 Fighting Falcon dilaporkan mendarat di Azores, wilayah otonom Portugal di Samudra Atlantik.
Menurut laporan The Washington Post, lebih dari separuh pesawat yang baru dikerahkan tersebut mendarat di pangkalan udara Eropa yang berada di luar jangkauan sebagian besar rudal Iran.
Sebelumnya, The New York Times melaporkan dengan mengutip sumber bahwa Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan kemungkinan melancarkan serangan berskala besar terhadap Iran apabila perundingan atau serangan terbatas tidak membuahkan hasil yang diharapkan.
Sementara itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaili Baghaei, menegaskan Teheran akan menganggap setiap bentuk “serangan terbatas” dari AS sebagai tindakan agresi. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY