Buka konten ini

BATAM (BP) — Mundurnya Amsakar Achmad dari jabatan Ketua DPW Partai NasDem Provinsi Kepulauan Riau memunculkan berbagai spekulasi politik. Isu perpindahan partai pun mengemuka, seiring dinamika politik jelang kontestasi tingkat provinsi.
Meski demikian, internal partai menegaskan Amsakar tidak meninggalkan NasDem. Ia kini menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Kepri.
Ketua DPW NasDem Kepri yang baru, Pietra Machreza Paloh, menyatakan pergantian posisi tersebut merupakan bagian dari penataan struktur organisasi. Menurut dia, Amsakar tetap berperan strategis sebagai penasihat politik di tingkat provinsi.
“Dia jadi Ketua Dewan Pertimbangan Partai NasDem Kepri,” ujar Pietra, Selasa (24/2).
Terkait rumor kepindahan partai, Pietra memilih bersikap hati-hati. Ia menyebut spekulasi yang beredar belum tentu terbukti.
“Soal spekulasi yang beredar, kan macam pasang taruhan. Kita tengoklah,” katanya.
Pengamat politik Kepri, Rahmayandi Mulda, menilai pengunduran diri Amsakar dapat dibaca dari berbagai sudut pandang. Ia melihat langkah tersebut berpotensi sebagai strategi politik, baik oleh Amsakar maupun partai, untuk memperkuat konsolidasi internal menjelang kontestasi mendatang, termasuk Pemilihan Gubernur Kepri.
“Ada banyak kemungkinan dari pengunduran beliau sebagai Ketua DPW. Bisa jadi ini bagian dari strategi untuk memaksimalkan mesin partai dalam mendorong kader NasDem ke depan di provinsi,” ujarnya.
Namun, Rahmayandi tidak menutup kemungkinan adanya faktor lain, seperti dinamika internal partai maupun peluang politik dari partai lain yang dinilai lebih menjanjikan bagi karier Amsakar.
Ia juga menilai keputusan tersebut mencerminkan karakter politik Amsakar yang cenderung ingin bergerak lebih independen dalam menjalankan tugas sebagai pejabat publik, tanpa terlalu terikat pada urusan kepartaian sehari-hari.
“Ini menunjukkan karakter politik yang bebas aktif, berpolitik dengan meminimalisasi tekanan partai sehingga beliau lebih leluasa menjalankan fungsi sebagai pejabat publik,” katanya.
Terkait isu perpindahan partai, Rahmayandi menilai peluang tersebut relatif kecil mengingat kedekatan Amsakar dengan NasDem masih kuat. Meski begitu, kemungkinan itu tetap terbuka apabila soliditas internal partai terganggu.
Menurut dia, sejumlah partai berpotensi melirik Amsakar karena pengalaman dan basis dukungan yang dimilikinya. Salah satu partai yang dinilai memiliki ketertarikan adalah Partai Gerindra.
“Gerindra tentu akan tertarik merangkul beliau,” ujar Rahmayandi. (*)
LAPORAN : ARJUNA
Editor : RATNA IRTATIK