Buka konten ini

KARIMUN (BP) – Pemerintah Kabupaten Karimun untuk pertama kalinya menerima penghargaan bergengsi tingkat nasional. Penghargaan tersebut berupa Sertifikat Apresiasi dari BRIN atas pencapaian nilai Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) untuk 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Jakarta yang dihadiri seluruh kepala daerah. Termasuk dihadiri Wakil Bupati Karimun, Rocky Marciano Bawole didampingi Kepala Baperlitbang, Ir Cahyo Prayitno. Juga disaksikan Kepala Bapenas dan Kepala BPS Pusat.
“Alhamdulillah penghargaan yang diterima ini merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran pemerintah kabupaten. Penghargaan Sertifikat Apresiasi diserahkan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri, Bima Arya kepada Wakil Bupati Karimun Rocky Marciano Bawole di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo Gedung B.J Habibie Jakarta, Selasa (24/2),” ujar Kepala Baperlibang, Ir Cahyo Prayitno kepada Batam Pos.
Dikatakannya, pada rilis IDSD tahun 2025 Kabupaten Karimun memperoleh nilai IDSD sebesar 3,87. Nilai ini melampaui nilai IDSD nasional dan IDSD Provinsi Kepulauan Riau sebesar 3,50. Dengan demikian, menjadi nilai IDSD tertinggi tingkat kabupaten se-provinsi Kepri. Nilai ini meningkat 0,14 poin dari tahun sebelumnya.
“Dimana pada 2024 nilai IDSD Karimun hanya sebesar 3,73. Dan untuk 2025 nilainya menjadi 3,87. Hal ini menunjukan bahwa daya saing Kabupaten Karimun semakin baik dengan produktivitas dan kemajuan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Kita tentunya berharap, IDSD ini akan terus meningkatkan seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Karimun,” ungkapnya.
Nilai IDSD, lanjut Cahyo, disusun berdasarkan empat komponen utama daya saing yang kemudian dielaborasi kedalam 12 pilar daya saing dengan 50 indikator untuk kabupaten/kota. Empat komponen tersebut adalah enabling environment atau pondasi dasar. Kemudian, SDM, ekosistem pasar dan keempat itu ekosistem inovasi.
“Kami berharap nilai IDSD tahun 2025 dapat dimanfaatkan sebagai sumber data yang komprehensif dalam penyusunan kebijakan perencanaan pembangunan daerah. Sehingga, daerah kita semakin memiliki daya saing yang semakin kuat,” terang Cahyo. (***)
LAPORAN : SANDI PRAMOSINTO
Editor : RATNA IRTATIK