Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Keluhan terkait kualitas air bersih kembali mencuat di Kota Batam. Warga Perumahan Tiban Ayu, Kecamatan Sekupang, mengeluhkan air yang mengalir ke rumah-rumah dalam kondisi keruh dan berbau.
Salah seorang warga, Lolla, mengatakan kondisi tersebut terjadi lagi sejak beberapa hari terakhir. Air yang diterima dinilai tidak layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
“Airnya kembali butek dan jorok. Untuk cuci beras saja saya pikir-pikir. Kalau diuji di laboratorium, mungkin isinya kuman semua,” ujarnya, Selasa (24/2) pagi.
Menurut dia, persoalan serupa bukan kali pertama terjadi. Air sempat mengalir jernih selama satu hari penuh saat aksi demonstrasi warga berlangsung bulan lalu. Namun, kondisi itu tidak bertahan lama.
“Pernah satu kali, saat hari kami demo, air bersih dan jernih total. Tapi setelah demo selesai, besoknya kembali butek,” katanya.
Ia mengaku khawatir terhadap dampak kesehatan, terutama karena di rumahnya juga melayani persalinan. Air keruh dinilai berisiko apabila digunakan untuk memandikan bayi yang baru lahir.
Warga menyebut kualitas air kembali memburuk setelah aksi demonstrasi di wilayah Sengkuang beberapa waktu lalu. Meski sempat ada perbaikan, distribusi air dinilai belum sepenuhnya normal.
Menurut Lolla, petugas dari pihak pengelola air sempat datang dan melakukan pengaliran ulang dari pipa di rumahnya. Namun hasilnya belum maksimal.
“Masih butek, hanya tidak separah sebelumnya,” ujarnya.
Menanggapi keluhan tersebut, Humas Air Batam Hilir, Ginda Alamsyah, membenarkan adanya gangguan teknis yang memengaruhi kualitas air ke pelanggan. Ia menyebut kendala berasal dari instalasi utama di bagian hulu yang membutuhkan perbaikan teknis berskala besar.
“Ada kendala teknis di instalasi utama yang memang membutuhkan perbaikan berskala besar,” kata Ginda.
Ia menjelaskan, pada perbaikan sebelumnya, persoalan juga dipicu oleh endapan kotoran di dalam jaringan distribusi pelanggan. Ketika dilakukan peningkatan tekanan pada jaringan, endapan tersebut ikut terbawa aliran air hingga ke rumah pelanggan.
“Perubahan tekanan di jaringan distribusi, termasuk akibat perubahan kebutuhan atau demand pemakaian air, dapat menyebabkan endapan yang sebelumnya mengendap di dalam pipa terbawa aliran dan memengaruhi kualitas air,” jelasnya.
Sebagai tindak lanjut, pihaknya akan segera melakukan langkah penanganan melalui pembersihan jaringan distribusi di wilayah terdampak. Salah satunya dengan kegiatan flushing atau pengurasan jaringan perpipaan agar kualitas air yang diterima pelanggan dapat kembali normal.
Air Batam Hilir memastikan tim teknis telah dijadwalkan turun ke lapangan untuk mempercepat proses pemulihan kualitas air di kawasan tersebut. (*)
Reporter : M SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO