Buka konten ini

BURIRAM (BP) – Hasil tes pramusim terakhir MotoGP 2026 di Sirkuit Buriram pada 21–22 Februari lalu tidak hanya menempatkan Marco Bezzecchi sebagai yang tercepat. Pembalap Aprilia itu juga melampaui rekor trek dengan waktu 1 menit 28,668 detik. Angka itu lebih cepat 0,032 detik dari rekor resmi milik Francesco Bagnaia saat meraih pole MotoGP Thailand 2024.
Setelah Bezzecchi, menyusul pembalap satelit Trackhouse Aprilia Ai Ogura di posisi kedua tercepat dengan selisih 0,097 detik. Dua pembalap Aprilia itu mengungguli duo Ducati Lenovo, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, yang melengkapi posisi empat besar.
Meski cepat di uji coba, tetapi Bezzecchi memilih meredam ekspektasi. Dia menilai hasil tes belum bisa dijadikan tolok ukur pasti. ”Secara umum aku senang dengan motorku. Tetapi, sekali lagi, sulit membuat perbandingan dalam tes karena semua orang punya program yang berbeda,” kata Bezzecchi sebagaimana dikutip dari GPOne.
”Aku merasa belum berada di posisi yang sama dengan para pembalap Ducati. Aku yakin mereka akan tampil lebih baik selama akhir pekan. Mereka sudah cepat di sini (Buriram),” lanjut pembalap yang memulai karier MotoGP bersama VR46 itu.
Bezzechi juga tidak ingin terbuai dengan anggapan Marquez yang menyebut dirinya masuk ke dalam salah satu favorit peraih gelar juara dunia musim ini. ”Aku selalu mencoba menjaga ekspektasi tetap rendah. Kami tidak tahu apakah motor kami lebih baik dari tahun lalu karena kami baru melakukan dua tes. Jelas ada peningkatan, tapi terlalu dini untuk menilai,” bebernya.
Namun, performa di Buriram telah memberi gambaran cukup jelas soal kesiapan Aprilia menjelang MotoGP 2026 yang dimulai akhir pekan ini (1/3) di Buriram (MotoGP Thailand). Selain time attack, Bezzecchi juga telah menjalani simulasi balapan dalam suhu udara 35 derajat Celsius dan suhu aspal mencapai 55 derajat.
”Ini (Buriram) adalah pilihan terbaik untuk mempersiapkan diri. Kami tahu bahwa trek ini memiliki beberapa kondisi terburuk sepanjang tahun. Semuanya berjalan dengan baik,” bebernya. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO