Buka konten ini

BATAM (BP) – Setelah berbulan-bulan menghadapi aliran air yang lemah bahkan kerap terhenti, warga Perumahan Puri Gracia, Tanjung Riau, akhirnya mendapat kepastian perbaikan jaringan air bersih. Pemerintah melalui BP Batam memastikan pekerjaan penguatan sistem distribusi tengah berjalan dan ditargetkan rampung dalam waktu sekitar dua pekan.
Deputi Bidang Pelayanan Umum BP Batam, Ariastuty Sirait, mengatakan pihaknya telah bertemu langsung dengan warga pada Kamis (19/2). Pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan lapangan sebelumnya sekaligus untuk menyampaikan perkembangan pekerjaan yang telah dijanjikan.
“Pertemuan kemarin dihadiri warga Puri Gracia yang sebelumnya telah kami kunjungi. Mereka meminta pembaruan terkait progres pekerjaan yang telah dijanjikan,” ujar Tuty, Jumat (20/2).
Ia menjelaskan, saat ini pekerjaan interkoneksi jaringan sedang dilaksanakan oleh PT ABH. Langkah tersebut bertujuan memperkuat tekanan air pada jaringan eksisting di lingkungan perumahan.
“Pekerjaan saat ini berupa interkoneksi untuk memperkuat tekanan air pada jaringan eksisting di Perumahan Gracia,” katanya.
Metode yang digunakan adalah menyambungkan pipa induk berdiameter 300 milimeter dengan jaringan pipa baru sepanjang kurang lebih 200 meter. Jaringan baru itu nantinya dihubungkan ke jaringan utama di dalam perumahan agar distribusi air menjadi lebih stabil.
Dengan interkoneksi tersebut, tekanan air diharapkan meningkat sehingga aliran ke rumah-rumah warga dapat kembali normal setelah sebelumnya banyak dikeluhkan lemah bahkan tidak mengalir pada waktu-waktu tertentu.
Sebagai solusi sementara, kebutuhan air bersih warga dipenuhi melalui distribusi truk tangki. Pasokan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan rumah tangga maupun fasilitas umum seperti masjid, dengan total sekitar tujuh tangki.
Dalam pertemuan itu, warga juga menyampaikan dugaan adanya sambungan jaringan air yang dilakukan pengembang ke sejumlah rumah sejak beberapa tahun lalu. Sambungan tersebut bahkan disebut telah berlangsung hingga delapan tahun dan diduga memengaruhi distribusi air di kawasan tersebut.
Menindaklanjuti laporan itu, tim SPAM BP Batam bersama pihak terkait akan memeriksa desain serta gambar jaringan pipa yang dibangun pengembang. Jika ditemukan adanya interkoneksi ilegal, pengembang akan dikenai sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.
Untuk pekerjaan interkoneksi di dalam perumahan, diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 12 hari hingga selesai. Saat ini pembangunan jaringan pipa baru masih menyisakan sekitar 60 meter, termasuk pemasangan pompa booster agar tekanan air optimal. Secara keseluruhan, proses penanganan ditargetkan rampung dalam kurun kurang lebih dua minggu. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO