Buka konten ini

Perang sarung juga terjadi di Seibeduk di Ramadan kali ini. Foto: DOKUMENTASI BATAM POS
SEIBEDUK (BP) – Aksi perang sarung yang dilakukan sejumlah remaja di kawasan Bida Ayu, Seibeduk, meresahkan warga setempat karena berlangsung di tengah jalan usai Salat Tarawih, Rabu (18/1) malam.
Warga menilai kegiatan tersebut tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga membahayakan keselamatan para pelaku maupun pengguna jalan yang melintas. Remaja-remaja itu berkumpul di badan jalan dan saling menyerang menggunakan sarung.
Rizal, salah seorang warga, mengatakan perang sarung tersebut sudah sangat mengganggu ketertiban lingkungan.
“Di tengah jalan anak-anak ini berkumpul dan saling menyerang menggunakan sarung,” ujarnya.
Menurut dia, aksi itu semakin berbahaya karena ada sarung yang diduga diisi batu. Kondisi tersebut berpotensi menyebabkan luka serius.
“Kadang ada beberapa sarung yang diisi batu, sehingga bisa melukai,” katanya.
Rizal berharap aparat kepolisian segera mengambil tindakan tegas dengan meningkatkan patroli, khususnya selama Ramadan. Ia juga meminta agar remaja yang terlibat diberikan sanksi agar tidak mengulangi perbuatannya.
“Kami harap polisi rutin berpatroli selama Ramadan ini dan anak-anak tersebut diberi sanksi supaya tidak mengulanginya lagi,” ungkapnya.
Menanggapi keluhan warga, Kapolsek Seibeduk, Iptu Alex Yasral, menyatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan tersebut.
“Mulai nanti malam akan langsung kami antisipasi dengan patroli rutin ke lokasi,” ujarnya.
Selain itu, ia mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap anak-anaknya, terutama pada malam hari selama Ramadan. Orang tua diminta tidak memberikan izin kepada anak keluar rumah tanpa pengawasan setelah Salat Tarawih.
“Jika kedapatan, anak-anak tersebut akan kami data dan orang tuanya akan dipanggil,” tegasnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO