Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Seorang warga negara Malaysia berinisial MAg menjadi korban pencurian disertai kekerasan di Batam setelah berkenalan melalui aplikasi kencan sesama jenis. Tiga pelaku yang telah merencanakan aksi tersebut kini telah diamankan polisi.
Kasus ini diungkap dalam konferensi pers yang digelar Satreskrim Polresta Barelang, Kamis (19/2) sore. Kasat Reskrim Kompol M. Debby Tri Andrestian menjelaskan, peristiwa bermula pada Sabtu, 15 Februari sekitar pukul 19.30 WIB.
Saat itu, korban yang tengah menginap di sebuah hotel di wilayah Nagoya berniat mencari teman melalui aplikasi Grindr. Dari aplikasi tersebut, korban berkenalan dengan seorang pria yang kemudian mengatur pertemuan.
“Korban berkenalan melalui aplikasi Grindr. Setelah berkomunikasi, korban dijemput oleh salah satu pelaku dan dibawa ke lokasi yang sudah mereka siapkan,” ujar Kompol Debby.
Setibanya di lokasi, korban dibawa masuk ke sebuah rumah kosong. Di tempat itulah dua pelaku lainnya datang dengan modus seolah-olah melakukan penggerebekan. Ketiganya diketahui telah membagi peran sebelum menjalankan aksinya.
“Mereka sudah merencanakan. Ada yang berperan sebagai umpan, ada yang menekan dan mengancam korban, serta ada yang mengatur proses transfer uang,” jelasnya.
Di dalam rumah kosong tersebut, korban diintimidasi dan diancam akan dilaporkan kepada ketua RT serta warga sekitar dengan tuduhan melakukan perbuatan asusila. Bahkan, korban diancam akan diarak keliling perumahan. Karena ketakutan dan merasa tertekan, korban akhirnya menyerahkan uang kepada para pelaku.
“Korban mentransfer uang melalui barcode aplikasi judi online yang sudah disiapkan pelaku sebanyak lima kali dengan total 5.000 ringgit,” ungkapnya.
Setelah menerima laporan, Tim Opsnal Polresta Barelang bergerak cepat dan berhasil menangkap tiga tersangka berinisial WS, YW, dan HD pada 18 Februari. Berdasarkan pemeriksaan, YW berperan sebagai otak pelaku membuat akun untuk mencari korban. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO