Buka konten ini
BATAM (BP) – Suasana Ramadan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Batam tahun ini berlangsung khidmat dan terjadwal rapi. Sebanyak 800 warga binaan beragama Islam tercatat mengikuti rangkaian ibadah puasa dengan berbagai kegiatan keagamaan yang telah disusun pihak rutan.
Kepala Rutan Batam, Fajar Teguh Wibowo, mengatakan pihaknya melakukan pengaturan khusus guna memastikan pelaksanaan ibadah berjalan tertib dan kondusif. Salah satunya dengan memisahkan kamar hunian antara warga binaan yang menjalankan ibadah puasa dan yang tidak berpuasa.
“Kami pisahkan kamar hunian dengan warga binaan yang tidak berpuasa agar yang menjalankan ibadah bisa lebih khusyuk,” ujarnya.
Kegiatan keagamaan dimulai sejak malam pertama Ramadan dengan salat tarawih berjamaah di dalam rutan. Usai tarawih, warga binaan melanjutkan tadarus Al-Qur’an secara bersama-sama. Program ini ditargetkan mampu mendorong khatam Al-Qur’an selama Ramadan melalui kegiatan rutin setiap malam.
Rutan Batam juga menggelar program Pesantren Ramadan bagi warga binaan Muslim. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembinaan rohani melalui ceramah dan kajian Islam. Penceramah didatangkan dari Persatuan Mubalig dan didukung Kementerian Agama Kota Batam.
Selain pesantren, diterapkan pula program “One Day One Juz” yang mendorong warga binaan membaca satu juz Al-Qur’an setiap hari. Program ini diharapkan menjadi motivasi tambahan agar Ramadan dimanfaatkan sebagai momentum perbaiki diri. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : PUTUT ARIYO