Buka konten ini

LUBUKBAJA (BP) – Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 di Kota Batam menghadirkan dua suasana berbeda: meriah pada malam pergantian tahun, namun lengang pada siang hari perayaan, Rabu (17/2). Jika Selasa (16/2) malam kawasan Nagoya dipadati warga, maka keesokan harinya pusat-pusat perbelanjaan di wilayah Jodoh dan Nagoya justru tampak sepi.
Pantauan di lapangan menunjukkan deretan ruko di sekitar Nagoya dan Jodoh tertutup. Aktivitas perdagangan yang biasanya ramai oleh wisatawan domestik maupun mancanegara menurun drastis. Beberapa pusat perbelanjaan memang tetap beroperasi, namun jumlah pengunjung jauh berkurang dibandingkan hari biasa. Hujan yang mengguyur kawasan tersebut turut menambah kesan lengang.
Ardi, warga Nagoya, menilai kondisi itu lumrah terjadi setiap perayaan Imlek. Menurut dia, banyak pemilik toko dan pelaku usaha memilih merayakan hari besar bersama keluarga.
“Sebagian besar pemilik toko dan tempat usaha merayakan Imlek bersama keluarga. Jadi memang banyak yang tutup,” ujarnya. Ia menambahkan, faktor cuaca hujan juga membuat masyarakat enggan beraktivitas di luar rumah.
Berbeda dengan suasana siang hari, kemeriahan terasa pada malam pergantian tahun. Kawasan Simpang Nagoya atau yang dikenal sebagai Simpang Martabak Har dipenuhi warga yang ingin menyambut Tahun Baru Imlek. Arus lalu lintas sempat tersendat akibat membludaknya pengunjung.
“Benar-benar ramai semalam, siang ini sepi,” kata Marno, warga lainnya.
Perayaan terpusat dalam agenda Pesta Rakyat Imlek 2577 yang digelar di kawasan Komplek Bumi Indah, Nagoya. Beragam pertunjukan budaya Tionghoa ditampilkan, mulai dari seni tradisional, atraksi barongsai, hingga bazar UMKM yang menjajakan kuliner dan produk khas Imlek.
Masyarakat dari berbagai latar belakang tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Tidak hanya warga keturunan Tionghoa, perayaan tersebut juga dihadiri masyarakat umum yang ingin menikmati suasana kebersamaan. Puncak acara ditandai pesta kembang api yang menghiasi langit Nagoya.
Kemeriahan malam pergantian tahun itu menjadi momentum kebersamaan lintas etnis di Batam. Selain mendorong perputaran ekonomi melalui bazar UMKM, kegiatan tersebut turut memperkuat nilai toleransi dan keberagaman yang telah lama terjalin di kota industri ini.
Meski pada hari perayaan utama suasana perdagangan cenderung sepi, aktivitas ekonomi diperkirakan kembali normal dalam satu hingga dua hari ke depan. Warga pun berharap Imlek tahun ini membawa harapan baru, keberuntungan, serta semangat kebersamaan bagi seluruh masyarakat Batam. (*)
Reporter : EUSEBIUS SARA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO