Buka konten ini

INGLEWOOD (BP) – Setelah bertahun-tahun dikritik karena dianggap kurang gereget, NBA akhirnya menemukan formula yang membuat NBA All-Star Game kembali terasa kompetitif. Sistem tiga tim -USA Stars, USA Stripes, dan Team World dengan format setengah kompetisi berdurasi 12 menit per game membuahkan hasil yang menarik.
Dalam edisi ke-75 NBA All-Star Game di Intuit Dome, Inglewood, kemarin (16/2) para pemain tampil dengan intensitas yang jarang terlihat dalam beberapa tahun terakhir. Closeout terhadap penembak dilakukan secara konsisten, upaya blok terjadi di area ring, dan tiga game round-robin semuanya berakhir dengan skor ketat.
Hanya, laga final antara USA Stars melawan USA Stripes berakhir dengan skor mencolok 47-21. Guard Anthony Edwards (Minnesota Timberwolves) dinobatkan sebagai MVP setelah mengoleksi total 32 poin sepanjang turnamen dan meraih 10 dari 14 suara dari panel media dan voting penggemar.
Ant-Man versus Wemby
Setelah mengantar USA Stars meraih gelar, Edwards menyebut dua faktor yang membuat NBA All-Star Game 2026 lebih baik. Masing-masing perubahan format, dan energi yang dibawa oleh bintang Team World asal Prancis, Victor Wembanyama.
”Wemby (Wembanyama) menentukan arah permainan, dan pertandingan benar-benar kompetitif di antara ketiga tim,” kata Edwards seperti dikutip dari ESPN. “Dia yang mengendalikan jalannya laga. Itu yang membangkitkan semangatku,” lanjut pemain berjuluk Ant-Man itu.
Sejak musim lalu, duel Edwards melawan Wemby selalu jadi sorotan. Rivalitas keduanya menguat karena sama-sama dipandang sebagai wajah generasi baru NBA.
Saat keduanya bertemu Januari lalu, Edwards mencetak rekor pribadi 55 poin dan berulang kali menyerang langsung ke arah Wembanyama di area paint. Sementara Wemby membalas dengan beberapa blok penting serta poin krusial di kuarter keempat.
Kemarin, keduanya kembali jadi pusat perhatian dalam laga pembuka NBA All-Star. Wembanyama mencatat 14 poin, enam rebound, dan tiga blok. Edwards merespons dengan 13 poin, termasuk tripoin penyama kedudukan yang memaksa overtime.
Edwards menilai menilai kemenangan atas Team World justru terasa lebih memuaskan ketimbang laga final.
”Karena mereka menyebut diri sebagai pemain terbaik di dunia. Jadi mengalahkan mereka adalah perasaan terbaik di dunia,” tuturnya.
Kawhi Dominan di Kandang
Selain Edwards dan Wemby, bintang Los Angeles Clippers Kawhi Leonard juga jadi sorotan. Bermain di kandang sendiri, Intuit Dome, dia mencetak 31 poin hanya dalam waktu 12 menit saat game ketiga. Total, dia mencetak 37 poin dari tiga game.
”Aku rasa ini jelas selangkah lebih kompetitif dibanding musim lalu,” kata forward USA Stripes Kevin Durant.
”Kawhi tampil luar biasa. Ant juga luar biasa. Kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan untuk para penggemar,” imbuh Durant. (*)
Reporter : BOBBY ARIFIN
Editor : PUTUT ARIYO