Buka konten ini
SEKUPANG (BP) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Batam akan melaksanakan rukyatul hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi pada Selasa, 17 Februari 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan mulai pukul 16.30 WIB hingga selesai di Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah, Kecamatan Batuaji.
Kepala Kantor Kemenag Kota Batam, Budi Dermawan, mengatakan rukyatul hilal merupakan bagian dari mekanisme resmi pemerintah dalam menetapkan awal bulan Hijriah, khususnya Ramadan.
“Pelaksanaan rukyatul hilal ini merupakan bagian dari ikhtiar pemerintah dalam memastikan penentuan awal Ramadan dilakukan secara cermat, akurat, serta sesuai ketentuan syariat dan kaidah ilmiah,” ujar Budi, Kamis (12/2).
Ia menjelaskan, hasil pengamatan hilal di Batam akan dilaporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bahan pertimbangan dalam sidang isbat penetapan awal Ramadan yang digelar secara nasional.
Menurut Budi, penentuan awal Ramadan di Indonesia memadukan metode hisab (perhitungan astronomi) dan rukyat (pengamatan langsung). Kombinasi tersebut diharapkan menghasilkan keputusan yang komprehensif dan dapat diterima seluruh umat Islam.
“Kami melibatkan berbagai unsur, mulai dari ahli falak, perwakilan organisasi kemasyarakatan Islam, hingga instansi terkait agar proses pengamatan hilal berlangsung transparan dan dapat dipertanggungjawabkan,” katanya.
Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah di Jalan Brigjen Katamso, Kelurahan Tanjung Uncang, dipilih sebagai lokasi pengamatan karena dinilai strategis dan memiliki pandangan terbuka ke arah ufuk barat. Lokasi tersebut juga kerap digunakan sebagai titik pemantauan hilal di Kota Batam.
“Menara Masjid Agung Sultan Mahmud Riayat Syah kami pilih karena lokasinya representatif untuk melakukan pengamatan hilal di wilayah Batam,” tambahnya.
Budi mengimbau masyarakat untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah pusat terkait penetapan awal Ramadan. “Kami mengimbau masyarakat menunggu hasil sidang isbat yang akan diumumkan secara resmi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai dasar penetapan awal Ramadan,” tegasnya.
Ia berharap proses rukyatul hilal yang dilakukan secara bersama dan penuh kehati-hatian dapat menjadi momentum kebersamaan umat Islam dalam menyambut bulan suci.
“Momentum rukyatul hilal ini bukan hanya soal melihat hilal, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan umat Islam dalam menyambut Ramadan dengan penuh persatuan. Semoga umat Islam dapat menyambut Ramadan dengan hati yang tenang dan penuh kesiapan,” tutupnya.
Pelaksanaan rukyatul hilal tersebut menjadi penanda penting menjelang datangnya bulan suci yang dinanti umat Islam. Selain sebagai awal ibadah puasa, Ramadan juga menjadi momentum meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO