Buka konten ini

JAKARTA (BP) – Sebuah laporan baru menyatakan jika dalam surat dakwaan jaksa penuntut, Song Mino WINNER absen dari tugas pelayanan publiknya dengan total 102 hari.
Menurut surat dakwaan tertanggal 11 Februari, Kejaksaan Distrik Barat Seoul menuduh bahwa saat bertugas sebagai pekerja layanan sosial di sebuah perusahaan pengelola fasilitas dan fasilitas umum di Mapo gu, Song Mino absen tanpa izin selama 102 hari dan meninggalkan posnya tanpa alasan yang dibenarkan.
Para pekerja layanan sosial, yang tidak bekerja pada akhir pekan atau hari libur nasional, diwajibkan untuk melapor tugas selama kurang lebih 430 hari dalam masa tugas satu tahun sembilan bulan.
Jika klaim jaksa penuntut akurat, Mino absen selama kurang lebih seperempat dari hari-hari tugas yang diwajibkan.
Berdasarkan Pasal 89-2 Undang-Undang Wajib Militer, siapapun yang meninggalkan posnya selama delapan hari atau lebih tanpa alasan yang dapat dibenarkan, dapat menghadapi hukuman penjara hingga tiga tahun.
Dikutip dari Allkpop, dakwaan tersebut menyatakan bahwa ketidakhadiran Song meningkat seiring mendekatnya tanggal pembebasannya dari wajib militer.
Masa dinasnya berlangsung dari tanggal 24 Maret 2023 hingga tanggal 23 Desember 2024.
Meskipun Mino hanya absen satu hari antara bulan Maret dan Mei 2023, jaksa penuntut menduga bahwa jumlahnya meningkat menjadi 14 hari pada bulan November 2024, satu bulan sebelum pembebasannya.
Pada bulan Juli 2024, ia absen selama 19 dari 23 hari kerja yang dijadwalkan, dan dilaporkan hanya bertugas selama empat hari pada bulan itu.
Jaksa penuntut juga meyakini, seorang manajer yang diidentifikasi sebagai A juga ikut terlibat.
A yang bertanggung jawab mengelola absensi Mino, diduga menyetujui ketidakhadiran rapper tersebut ketika ia beralasan kesiangan atau kelelahan, kemudian menyiapkan dan menyetujui dokumen palsu agar tampak seolah-olah ia telah melapor untuk bekerja.
Dakwaan tersebut selanjutnya menyatakan, bahwa A secara sewenang-wenang memproses sisa cuti tahunan dan cuti sakit Mino, sebagai bagian dari dugaan konspirasi tersebut.
Salah satu contoh yang dikutip dalam dakwaan menyatakan, bahwa pada tanggal 29 Mei 2023 sekitar pukul 18.09 waktu setempat, A mengirim pesan kepada Mino.
“Aku ada pelatihan besok dan tidak akan masuk kerja, jadi sampai jumpa pada tanggal 31 Mei,” isi pesan A kepada Mino.
Jaksa penuntut menduga, bahwa Mino kemudian tidak masuk kerja pada tanggal 30 Mei, dan A kemudian mencatat bahwa Mino telah hadir.
Tanggal pesan tersebut dilaporkan bertepatan dengan sebuah unggahan media sosial yang menunjukkan, Mino menghadiri pernikahan saudara perempuannya di San Francisco, Amerika Serikat.
Pihak penuntut mengatakan, mereka menemukan ketidakhadiran tanpa izin tambahan melalui penyelidikan tambahan, termasuk forensik telepon seluler dan analisis catatan GPS, di luar yang awalnya dilaporkan oleh polisi.
Jaksa penuntut mendakwa Mino dan A dengan tuduhan pelanggaran Undang-Undang Wajib Militer.
Mino dilaporkan telah mengakui sebagian besar tuduhan tersebut, selama tahap penyelidikan polisi.
YG Entertainment sebelumnya menyatakan cuti sakitnya merupakan perpanjangan dari perawatan yang telah ia terima, sebelum wajib militer. (*)
Reporter : JP Group
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI