Buka konten ini

SELEKSI Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2025 bisa menjadi bahan evaluasi penting bagi siswa yang ingin tembus SNBP 2026. Salah satu temuan paling mencolok menunjukkan bahwa Pilihan 1 saat menentukan program studi dan perguruan tinggi bukan sekadar formalitas di formulir, melainkan faktor krusial dalam menentukan kelulusan.
Memang, hampir semua peserta mencantumkan dua pilihan kampus. Namun pada praktiknya, hanya sebagian kecil yang benar-benar diterima melalui Pilihan 2. Data resmi menunjukkan, kesalahan menyusun strategi bisa langsung memangkas peluang secara drastis.
Pendaftar Membludak, Persaingan Sangat Ketat
Data SNPMB 2025 mencatat total pendaftar SNBP mencapai 745.579 siswa. Dari jumlah itu, 733.345 siswa memilih kampus sebagai Pilihan 1, sementara 580.946 siswa turut mengisi Pilihan 2. Artinya, mayoritas peserta berharap memiliki opsi cadangan jika gagal di pilihan utama.
Sayangnya, daya tampung yang tersedia hanya 155.179 kursi. Secara sederhana, hanya sekitar 20 persen pendaftar yang berhasil diterima. Dengan rasio tersebut, proses seleksi berlangsung sangat kompetitif sejak tahap awal.
Data Kelulusan: Pilihan 1 Dominan
Dari 150.547 peserta yang dinyatakan lolos SNBP 2025, sebanyak 136.990 siswa diterima melalui Pilihan 1. Sementara itu, yang berhasil lewat Pilihan 2 hanya 13.557 siswa.
Jika dipersentasekan, peluang lolos melalui Pilihan 1 berada di kisaran 18,6 persen. Sebaliknya, kesempatan dari Pilihan 2 hanya sekitar 2,3 persen. Perbedaan ini menunjukkan bahwa Pilihan 2 bukanlah “jalur aman” seperti yang sering diasumsikan.
Mengapa Pilihan 2 Kerap Gagal?
Banyak peserta tidak menyadari mekanisme seleksi yang berlaku. Panitia SNBP terlebih dahulu memproses seluruh pendaftar Pilihan 1. Selama kuota belum terpenuhi, seleksi tetap berjalan pada jalur tersebut.
Ketika kuota sudah habis oleh peserta Pilihan 1, maka pendaftar Pilihan 2 otomatis tidak dipertimbangkan lagi, meskipun memiliki nilai akademik tinggi. Artinya, performa bagus saja tidak cukup jika kursi sudah terisi penuh.
Kampus Favorit Prioritaskan Pilihan Utama
Fenomena perguruan tinggi yang jarang menerima mahasiswa dari Pilihan 2 bukan sekadar isu. Sejumlah PTN ternama seperti UI, ITB, UGM, dan kampus unggulan lain hampir tidak pernah mengambil peserta dari opsi kedua.
Bagi kampus-kampus tersebut, penempatan sebagai Pilihan 1 dipandang sebagai indikator keseriusan dan komitmen. Mereka cenderung mengutamakan calon mahasiswa yang benar-benar menjadikan prodi tersebut sebagai prioritas utama.
Strategi Menghadapi SNBP 2026
Berkaca dari data 2025, fokus utama harus diarahkan pada Pilihan 1. Perencanaan perlu dilakukan matang, mulai dari analisis nilai rapor, prestasi pendukung, hingga rekam jejak sekolah di kampus tujuan.
Jika tetap mencantumkan Pilihan 2, lakukan dengan pertimbangan logis. (***)
Reporter : Rengga Yuliandra
Editor : PUTUT ARIYO