Buka konten ini

DUGAAN makanan bergizi gratis (MBG) basi diterima pelajar SMP Negeri 17 Tanjungpinang viral di media sosial. Informasi tersebut beredar melalui akun anonim di grup Facebook Info Tanjungpinang.
Dalam unggahan itu, pemilik akun meminta agar pihak sekolah tidak menutupi dugaan adanya MBG basi yang diterima siswa.
Menanggapi hal tersebut, Kepala SMP Negeri 17 Tanjungpinang, Dewi Untari, enggan memberikan keterangan lebih lanjut. Ia juga tidak membenarkan maupun membantah soal penghentian sementara pendistribusian MBG di sekolah yang berlokasi di Jalan Handjoyo Putro tersebut.
“Masalah sudah diserahkan ke Babinsa Batu 9, langsung saja ke beliau,” ujar Dewi, Rabu (11/2).
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pendidikan Tanjungpinang, Novi Perdana Wari, membenarkan bahwa pendistribusian MBG ke SMPN 17 sempat terhenti sejak Kamis pekan lalu.
Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab penghentian tersebut.
“SPPG-nya sudah diganti, jadi langsung proses pemindahan dapur,” kata Novi.
Ia memastikan pihak sekolah tidak menutupi jika ditemukan makanan yang tidak layak. Menurutnya, apabila terdapat persoalan, sekolah langsung melaporkannya ke Dinas Pendidikan.
“Makanan basi tidak ada yang dikonsumsi oleh anak-anak,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Kantor Pelayanan Pangan Gizi (KPPG) Wilayah Riau, Sumatera Barat, dan Kepulauan Riau, Syarti Widya, menyatakan belum menerima laporan resmi terkait dugaan MBG basi di SMPN 17 Tanjungpinang.
“Tidak ada kasus dan tidak sampai ke saya laporannya,” pungkasnya. (***)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY