Buka konten ini

GUBERNUR Kepri, Ansar Ahmad terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga pangan di wilayah Provinsi Kepri. Adapun usaha yang sedang dilakukan adalah membuat Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak di Provinsi Kepri. Kegiatan dilaunching di Lapangan Terminal Sei Carang, Kota Tanjungpinang, Senin (9/2) lalu.
Kegiatan ini adalah langkah nyata kehadiran pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Peluncuran GPM serentak tersebut ditandai dengan Penandatanganan Komitmen Bersama dalam rangka peningkatan produksi serta stabilisasi pasokan dan harga pangan di Kepri oleh para pemangku kepentingan.
“GPM ini menjadi gerakan nasional karena merupakan salah satu bentuk kehadiran negara untuk menjamin ketersediaan kebutuhan dasar dan kebutuhan pokok bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ujar Gubernur Ansar.
Menurut Gubernur, sejak tahun 2025 lalu, Pemprov Kepri telah melaksanakan GPM sebanyak 79 kali di seluruh kabupaten/kota, dan pada tahun 2026 ditargetkan sebanyak 69 kali pelaksanaan. Pada kesempatan itu, Gubernur juga mengajak organisasi kemasyarakatan dan profesi untuk turut berpartisipasi menyelenggarakan kegiatan serupa, terutama menjelang hari-hari besar keagamaan.
“Aksi ini juga upaya kita untuk menekan pergerakan inflasi di wilayah Provinsi Kepri. Maka dari itu, diperlukan langkah nyata bersama lewat program GPM ini,” tegasnya.
Lebih lanjut Mantan Bupati Bintan ini juga mengatakan, terkait inflasi, ia mengingatkan bahwa Kepri pernah meraih predikat provinsi terbaik pertama dalam pengendalian inflasi pada 2024. Disebutannya, belum lama ini, inflasi Kepri sempat tembus diangka 3,47 persen.
“Karena ada beberapa komponen yang tidak bisa kita intervensi seperti harga emas dan tiket pesawat, termasuk biaya pendidikan saat musim masuk sekolah. Kami akan mengusulkan kepada BPS agar inflasi pangan dan non-pangan dapat dipisahkan, sehingga intervensi bisa lebih tepat,” paparnya.
Gubernur juga meminta dukungan Bulog untuk memastikan distribusi beras berjalan lancar dan tidak terjadi kelangkaan, serta mengingatkan pentingnya memotong rantai distribusi yang terlalu panjang dan mencegah praktik penimbunan bahan pokok.
“Kita harus menjaga agar inflasi tetap terkendali, pertumbuhan ekonomi terus berkembang, dan distribusi ekonomi benar-benar memberi dampak yang merata kepada masyarakat,” tegasnya.
Semetara itu, Siti Rahma, warga Tanjungpinang yang turut merasakan manfaat GPM tersebut mengaku sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini.
“Harga-harganya terhitung lebih murah, apalagi beras dan minyak. Sangat membantu kami sebagai ibu rumah tangga. Semoga kegiatan seperti ini sering diadakan,” ujarnya sambil membawa kantong belanjaan.
Adapun berbagai kebutuhan pokok dijual dengan harga terjangkau pada program GPM tersebut, di antaranya adalah beras SPHP Bulog Rp58.000 dan beras Premium Rp70.000 per 5 kg, Minyak Kita Rp14.000 per liter, telur Rp50.000 per papan, serta berbagai bahan pokok lainnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Kewaspadaan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional, Nita Yulianis; Ketua TP-PKK Provinsi Kepri Dewi Kumalasari, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepri Ronny Widijarto, Walikota Tanjungpinang yang diwakili Asisten Ekbang; Forkopimda Kepri, Kepala Cabang Bulog Batam Guido XL Pereira, serta para Kepala OPD Pemprov Kepri. (***)
Reporter : JAILANI
Editor : GUSTIA BENNY