Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Kebakaran hutan di kawasan Mata Kucing, Kecamatan Batuaji, memasuki hari kelima dan hingga Senin (9/2) siang belum sepenuhnya padam. Api bahkan dilaporkan kian mendekati permukiman warga, tepatnya rumah liar (ruli) di belakang Taman Lestari, Kibing, sehingga memicu kekhawatiran masyarakat sekitar.
Sejumlah petugas gabungan masih berjibaku di lokasi untuk menjinakkan si jago merah. Pantauan di lapangan menunjukkan kepulan asap masih membumbung dari area hutan yang terbakar. Titik api berada tidak jauh dari permukiman warga.
Komandan Regu (Danru) Manggala Agni, Edi, mengatakan proses pemadaman terus dilakukan sejak kebakaran pertama kali terjadi lima hari lalu.
“Sudah lima hari kebakaran ini. Kami masih terus berusaha memadamkan, karena api sudah mendekat ke permukiman,” ujarnya di lokasi.
Untuk mempercepat penanganan, tim menerjunkan tiga unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit Armored Water Cannon (AWC). Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah. Akses jalan yang sempit menuju lokasi hutan menyulitkan kendaraan besar menjangkau titik api.
“Sebagian pemadaman dilakukan secara manual, karena mobil damkar tidak bisa langsung masuk ke lokasi,” jelasnya.
Kapolsek Batuaji AKP Bayu Rizki Subagyo menyampaikan bahwa penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. Meski demikian, ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun kerugian warga dalam peristiwa tersebut.
“Tidak ada korban maupun kerugian warga. Sampai sekarang proses pemadaman masih berlangsung,” ujarnya.
Bayu mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca kering yang rawan memicu kebakaran. Ia menegaskan agar warga tidak membuka lahan dengan cara membakar maupun membakar sampah di area terbuka.
“Jangan membakar lahan karena bisa merusak lingkungan dan membahayakan kesehatan,” tegasnya.
Cuaca panas berkepanjangan dan minimnya curah hujan mulai meningkatkan risiko kebakaran di Batam. Tidak hanya di kawasan permukiman, ancaman juga membayangi lahan terbuka, hutan, dan semak belukar yang mengering.
Data Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Batam mencatat sedikitnya 47 kasus kebakaran terjadi sepanjang Januari hingga awal Februari 2026. Sebagian besar peristiwa terjadi di lahan, hutan, dan area semak belukar yang berada dalam kondisi kering dan mudah terbakar.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batam, Agus Bendri, mengatakan musim kemarau membuat potensi kebakaran meningkat signifikan.
“Saat ini di Batam terjadi kemarau. Potensi kebakaran cukup tinggi, baik kebakaran bangunan, hutan, maupun lahan,” kata Agus.
Menurut dia, faktor kelalaian manusia masih menjadi pemicu dominan. Kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan, membakar sampah, hingga membuka lahan dengan cara dibakar kerap menjadi sumber api yang kemudian meluas.
“Dalam kondisi cuaca kering, api cepat merambat, terutama jika disertai angin kencang. Ini memperbesar potensi kerugian lingkungan maupun ekonomi masyarakat,” terangnya.
BPBD Batam mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam aktivitas sehari-hari. Warga diminta tidak membakar sampah atau membuka lahan dengan cara dibakar, serta menghindari kebiasaan membuang puntung rokok sembarangan.
Selain itu, masyarakat diimbau memastikan keamanan lingkungan rumah, seperti menjauhkan bahan mudah terbakar dari sumber panas, memeriksa instalasi listrik secara berkala, tidak meninggalkan kompor menyala tanpa pengawasan, serta mematikan dan mencabut peralatan elektronik saat tidak digunakan.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD mendorong masyarakat menyiapkan alat pemadam api ringan (APAR) di rumah dan tempat usaha. Pemasangan detektor asap juga dianjurkan sebagai sistem peringatan dini, disertai penyusunan jalur evakuasi dan titik kumpul.
Di sisi lain, BPBD memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan dengan meningkatkan koordinasi lintas sektor bersama TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar Kota Batam, Damkar BP Batam, relawan, hingga unsur masyarakat.
Masyarakat diminta segera melapor jika menemukan tanda-tanda kebakaran sekecil apa pun melalui Nomor Tunggal Panggilan Darurat Batam Siaga 112 atau Contact Center Polri 110. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI – AZIS MAULANA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO