Buka konten ini

HARAPAN menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) idaman bisa pupus hanya karena keliru mengambil langkah. Setiap tahun, tak sedikit peserta Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) terjebak pola belajar yang tidak tepat, sehingga hasil yang diraih jauh dari harapan.
UTBK-SNBT sejatinya bukan semata adu kecerdasan, melainkan juga ujian strategi, konsistensi, dan kesiapan mental. Namun, masih banyak siswa yang terlalu fokus menumpuk materi tanpa memahami pendekatan dan teknik menghadapi soal. Dihimpun dari berbagai sumber, berikut sejumlah kesalahan yang kerap menjadi “jebakan” dalam persiapan UTBK-SNBT dan wajib dihindari agar peluang lolos semakin besar.
1. Mengandalkan Hafalan, Mengabaikan Konsep
Soal UTBK dirancang berbasis Higher Order Thinking Skills (HOTS) yang menuntut kemampuan analisis. Menghafal rumus tanpa memahami konsep justru menjadi bumerang. Pemahaman mendalam tentang dasar materi jauh lebih menentukan.
2. Salah Menentukan Pola Belajar
Banyak peserta langsung mengerjakan soal-soal lama tanpa memahami teori dasarnya. Akibatnya, mereka kesulitan ketika menemui variasi soal baru. Langkah awal yang tepat adalah memetakan kemampuan diri, lalu menyusun strategi belajar yang sesuai.
3. Baru Belajar Serius Setelah Gagal SNBP
Terlalu percaya diri lolos jalur prestasi (SNBP) kerap membuat peserta menunda persiapan UTBK. Padahal, kuota SNBP terbatas. Jika baru belajar setelah pengumuman SNBP, waktu persiapan menjadi sangat sempit.
4. Pengelolaan Waktu yang Buruk
Tidak sedikit peserta sebenarnya mampu menjawab soal, tetapi gagal karena kehabisan waktu. Terlalu lama berkutat pada satu soal sulit bisa membuat soal-soal mudah terlewat. Manajemen waktu menjadi kunci penting saat ujian.
5. Meremehkan Jarak dan Lokasi Ujian
Pemilihan lokasi ujian sering dianggap sepele. Padahal, lokasi yang terlalu jauh berpotensi menguras tenaga dan emosi sebelum ujian dimulai. Faktor akses transportasi dan kondisi lalu lintas patut dipertimbangkan.
6. Minim Latihan Soal Model Terbaru
Membaca materi tanpa latihan intensif tidak cukup. Karakter soal UTBK menuntut adaptasi cepat terhadap pola dan tingkat kesulitan. Latihan rutin membantu membangun kepekaan dan kecepatan berpikir.
7. Tidak Memahami Aturan Teknis Ujian
Kelalaian membaca ketentuan resmi bisa berakibat fatal, mulai dari tidak membawa dokumen wajib hingga membawa barang terlarang. Kepatuhan pada aturan merupakan bagian dari kesiapan ujian.
8. Asal Menentukan Jurusan dan Kampus
Masih banyak peserta memilih program studi tanpa mempertimbangkan minat, bakat, dan peluang. Pemilihan prodi sebaiknya disertai perhitungan rasional, termasuk pada opsi pilihan kedua dan ketiga.
9. Mengabaikan Try Out dan Simulasi
Simulasi ujian berperan penting dalam membangun ketahanan mental. Tanpa try out, peserta berisiko kaget menghadapi tekanan waktu dan suasana ujian yang sesungguhnya.
10. Fokus Berlebihan pada Satu Subtes
Merasa unggul di satu bidang lalu mengabaikan subtes lain bisa menurunkan skor total. UTBK menilai kemampuan secara menyeluruh, sehingga keseimbangan antar subtes wajib dijaga.
11. Mengabaikan Kondisi Fisik dan Psikologis
Kurang tidur, pola makan buruk, dan stres berlebihan sering menjadi penyebab performa menurun. Kesiapan fisik dan mental sama pentingnya dengan penguasaan materi.
12. Tidak Melakukan Evaluasi Kesalahan
Sebagian peserta hanya terpaku pada nilai akhir try out tanpa menganalisis kesalahan. Padahal, evaluasi detail sangat penting untuk mengetahui kelemahan. (*)
Reporter : IHSAN
Editor : PUTUT ARIYO