Buka konten ini

PELAKU industri ritel mulai bersiap menghadapi periode awal tahun, terutama menjelang datangnya Ramadan yang tahun ini diperkirakan berlangsung lebih cepat.
Sejumlah perusahaan mencatat tren pemerataan belanja ritel di berbagai daerah yang terjadi tahun lalu berpotensi berlanjut pada 2026.
Presiden Direktur MR. DIY Indonesia, Edwin Cheah mengungkapkan, hasil pemantauan perusahaan sepanjang 2025 menunjukkan peningkatan minat belanja di kota-kota tier 2 dan 3.
Kondisi tersebut turut tercermin dari agresifnya ekspansi jaringan gerai perusahaan yang membuka lebih dari 270 toko baru di berbagai wilayah Indonesia, termasuk toko ke-1.200 di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat.
Di kawasan tersebut, aktivitas belanja disebut cukup menonjol, khususnya untuk kategori perlengkapan rumah tangga.
Menurut Edwin, fenomena ini menggambarkan bahwa produk kebutuhan sehari-hari yang praktis, relevan, dan bernilai semakin diminati oleh keluarga Indonesia, tanpa memandang lokasi geografis.
Ia menjelaskan, melalui perluasan jaringan toko, MR. DIY berupaya memastikan akses terhadap kebutuhan rumah tangga dapat dijangkau oleh masyarakat di berbagai daerah.
Memasuki tahun ini, perusahaan menilai tren pemerataan belanja masih akan berlanjut.
Persiapan menyambut Ramadan dan Lebaran pun dilakukan lebih awal dengan merancang berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan permintaan.
Edwin memproyeksikan peningkatan aktivitas belanja, terutama untuk produk penunjang rumah tangga, perlengkapan dapur, serta barang-barang yang mendukung momen kebersamaan keluarga selama Ramadan dan Lebaran.
Ia juga menilai, pola belanja masyarakat kini semakin terencana. Kendati terjadi peningkatan konsumsi, konsumen disebut semakin selektif dan bijak dalam menentukan pilihan belanja. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI