Buka konten ini

BINTAN (BP) – Ketinggian air Waduk Sei Jago di Desa Lancang Kuning, Kabupaten Bintan, terus menyusut akibat kemarau berkepanjangan. Saat ini, ketinggian air waduk tersebut hanya tersisa sekitar 47 sentimeter, sehingga warga Tanjunguban terancam mengalami krisis air bersih.
Setiap hari, ketinggian air di waduk tersebut berkurang sekitar 2–3 sentimeter. Kondisi ini memaksa PDAM Tirta Kepri Cabang Tanjunguban menurunkan debit air sekaligus mengurangi durasi pendistribusian air ke rumah pelanggan.
“Distribusi air terpaksa dikurangi agar ketersediaan air di Waduk Sei Jago tetap terjaga,” ujar Kepala Cabang PDAM Tirta Kepri Tanjunguban, Sugito, Senin (9/2).
Saat ini, pendistribusian air oleh PDAM hanya berlangsung dari pukul 04.00 WIB hingga 15.00 WIB. Padahal, pada kondisi normal, pendistribusian dilakukan selama 24 jam penuh.
“Kebijakan ini dilakukan agar sekitar 2.960 pelanggan aktif PDAM di Tanjunguban tetap bisa terlayani di tengah kondisi waduk yang kritis,” tambah Sugito.
Selain faktor kemarau, Sugito menyebut penyusutan air Waduk Sei Jago juga disebabkan adanya kebocoran pada struktur waduk. Meski telah dilakukan penanganan, titik kebocoran justru dilaporkan meluas. Menurutnya, perbaikan menyeluruh terhadap Waduk Sei Jago perlu segera dilakukan guna menekan laju penyusutan air. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air selama musim kemarau.
“Kami mohon pelanggan menggunakan air seperlunya agar pasokan bisa bertahan lebih lama,” ujarnya.
Sementara itu, Ali, warga Tanjunguban, mengeluhkan kualitas air yang dinilainya semakin keruh sejak kemarau melanda. Ia menilai kondisi air Waduk Sei Jago sudah kurang layak dijadikan sumber air baku, terutama saat musim kering.
“Airnya keruh. Sudah disaring tetap saja keruh, jadi tangki air harus sering dibersihkan,” tuturnya.
Ia berharap PDAM Tirta Kepri dapat mencari sumber air alternatif untuk mengatasi ancaman kekeringan sekaligus persoalan kualitas air.
“Mungkin bisa bekerja sama dengan SPAM di Lobam yang air bakunya masih melimpah, supaya masalah ini bisa diatasi,” pungkasnya. (*)
Reporter : MOHAMAD ISMAIL
Editor : GUSTIA BENNY