Buka konten ini

MALANG (BP) – Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya menurunkan biaya haji melalui pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah, Arab Saudi. Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi bertahap dalam tiga tahun ke depan.
Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Stadion Gajayana, Malang, Jawa Timur, kemarin.
Pantauan Radar Malang Grup Jawa Pos (Batam Pos Group), Prabowo tiba di lokasi sekitar pukul 06.45 WIB. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Ketua MPR Ahmad Muzani, Kapolri Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Agus Subiyanto, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, serta pejabat lainnya.
Di bawah terik matahari, Presiden menyampaikan sambutan sekitar setengah jam. Jamaah yang memadati area stadion beberapa kali meneriakkan yel-yel dukungan.
Dalam sambutannya, Prabowo menyebut Indonesia memperoleh keistimewaan dari Kerajaan Arab Saudi. Indonesia menjadi satu-satunya negara yang diberikan lahan khusus di Makkah untuk membangun kampung haji.
“Mereka sampai mengubah undang-undang untuk memberikan penghormatan kepada bangsa Indonesia. Akibatnya, banyak negara lain ikut mengajukan permohonan serupa,” ujar Prabowo.
Ia menjelaskan, kampung haji tersebut akan dibangun dalam kurun waktu sekitar tiga tahun. Dengan adanya fasilitas hunian sendiri, jemaah haji Indonesia tidak lagi bergantung pada sewa hotel di Makkah, sehingga biaya haji dapat ditekan.
“Nanti jemaah dijamin mendapatkan hunian yang layak dengan pelayanan terbaik. Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia,” tegasnya.
Pada tahap awal, pada 2026 ditargetkan terbangun sekitar 1.000 kamar. Jumlah tersebut akan terus ditambah secara bertahap seiring pengembangan kawasan.
Selain isu haji, Prabowo juga menyampaikan pesan persatuan kepada para pemimpin bangsa. Menurutnya, tidak ada organisasi atau negara yang bisa maju jika para pemimpinnya terpecah.
“Boleh berbeda pendapat dan boleh berdebat. Tapi setelah itu, pemimpin harus bersatu dan rukun,” tandasnya.
Progres Pembangunan Kampung Haji
Pembangunan Kampung Haji Indonesia di Makkah menjadi salah satu prioritas pemerintahan Prabowo. Proyek ini melibatkan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara serta kementerian dan lembaga teknis terkait.
Beberapa waktu lalu, Menteri Investasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani melaporkan perkembangan proyek tersebut kepada Presiden. Ia menyampaikan bahwa dirinya ditugaskan langsung oleh Presiden untuk menindaklanjuti rencana pembangunan kampung haji.
Sebagai langkah awal, pemerintah telah membeli satu hotel di kawasan Thakher, Makkah, dengan kapasitas 1.461 kamar yang tersebar di tiga menara (tower).
Selain itu, pemerintah juga mengakuisisi lahan seluas lima hektare yang berada di depan hotel tersebut. Di atas lahan itu akan dibangun kawasan kampung haji yang terdiri atas 13 tower dan satu pusat perbelanjaan (mal).
Rosan menambahkan, akses menuju Masjidilharam akan semakin mudah dengan pembangunan jembatan penghubung yang saat ini tengah berlangsung dan ditargetkan rampung tahun ini.
“Nama jembatan itu adalah Jembatan Al-Hujun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, hotel yang telah dibeli dapat menampung sekitar 4.383 jamaah haji Indonesia. Dengan tambahan 13 tower baru, kapasitas hunian diproyeksikan meningkat signifikan.
“Total kamar nantinya bisa mencapai sekitar 6.025 kamar, yang dapat menampung lebih dari 23 ribu jamaah haji Indonesia,” kata Rosan.
Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebut Indonesia memperoleh keistimewaan (privilege) untuk memilih lokasi kampung haji yang strategis.
“Presiden sudah memilih lahan yang jaraknya hanya sekitar 500 meter dari Masjidilharam,” ujarnya.
Di kawasan tersebut nantinya akan dibangun hotel, pusat perbelanjaan, klinik, hingga food court. Pemerintah berharap jamaah haji Indonesia mendapatkan fasilitas yang nyaman dan representatif, baik dari sisi konsumsi maupun layanan kesehatan.
Kampung haji juga direncanakan dapat dimanfaatkan oleh jamaah umrah. (*)
LAPORAN : JP GROUP
Editor : RATNA IRTATIK