Buka konten ini

BATAM KOTA (BP) – Kepala BP Batam Amsakar Achmad mendorong percepatan penanganan sampah dengan memastikan seluruh rencana penganggaran 2026 disiapkan sejak awal tahun, agar pelaksanaannya tidak molor hingga pertengahan tahun. Hal itu disampaikan usai rapat koordinasi bersama jajaran BP Batam dan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Kamis (6/2).
Menurut Amsakar, jika alokasi anggaran telah ditetapkan, maka tahapan administrasi maupun teknis seharusnya sudah mulai dirancang dan dijalankan lebih dini. Ia tidak ingin program baru efektif berjalan ketika tahun anggaran sudah memasuki bulan kelima atau keenam.
“Kalau penganggarannya sudah kita plotting di tahun 2026 ini, mestinya segala sesuatunya sudah harus dipersiapkan sejak awal. Jangan sampai nanti berjalan bulan ke-5, bulan ke-6,” ujarnya, Minggu (8/2).
Selain percepatan waktu pelaksanaan, rapat tersebut juga membahas pentingnya pemetaan timbulan sampah secara terukur. Data akurat mengenai volume produksi sampah harian dinilai menjadi dasar dalam menentukan pola kemitraan dengan pihak ketiga.
Saat ini, timbulan sampah di Batam berada pada kisaran 7,5 hingga 8 juta ton. Kondisi itu mendorong perlunya terobosan pengelolaan yang lebih modern dan berkelanjutan, termasuk rencana penerapan teknologi Waste to Energy (WTE) yang memungkinkan sampah diolah menjadi sumber energi.
“Di sana bisa mengolah langsung, karena sekarang timbulan sudah pada kisaran 7,5 sampai 8 juta ton,” kata Amsakar.
Pembahasan juga menyentuh aspek pengadaan barang dan jasa. Pemerintah tengah mengkaji sejumlah alternatif pola kerja sama, mulai dari skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), pelelangan parsial yang difokuskan pada sektor hulu atau hilir, hingga opsi penyediaan sumber daya manusia berikut dukungan armada operasional.
Amsakar meminta tim teknis menyusun perencanaan terintegrasi agar setiap tahapan saling terhubung dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Penyusunan skema tersebut juga mempertimbangkan adanya pejabat baru di lingkungan terkait, sehingga diperlukan proses adaptasi sekaligus percepatan kerja.
Rapat koordinasi itu, kata dia, menjadi bagian dari upaya sinkronisasi BP Batam dan Pemko Batam dalam merespons persoalan sampah yang terus meningkat seiring pertumbuhan kota. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO