Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, jemaah haji Kota Batam diingatkan agar tidak terjebak pada persoalan teknis seperti pemilihan kelompok terbang (kloter) maupun gelombang keberangkatan. Inti ibadah haji, menurut Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Batam, Syahbudi, tetap sama bagi seluruh jemaah, yakni melaksanakan wukuf di Arafah pada 9 Dzulhijjah.
“Tidak perlu memperdebatkan kloter atau gelombang. Semua jemaah akan melaksanakan rukun haji yang sama, khususnya wukuf di Arafah,” tegas Syahbudi saat memberikan bimbingan manasik haji di Masjid An-Namirah Asrama Haji Batam, Sabtu (7/2).
Ia menjelaskan, pembagian keberangkatan ke dalam dua gelombang semata-mata dilakukan karena pertimbangan teknis transportasi. Pergerakan jemaah dari Indonesia ke Arab Saudi tidak memungkinkan dilakukan secara bersamaan. Karena itu, sebagian jemaah mendarat di Jeddah dan sebagian lainnya di Madinah.
Bimbingan manasik tersebut diikuti sekitar 240 jemaah asal Kecamatan Batam Kota dan Nongsa. Dalam kesempatan itu, Syahbudi tidak hanya membahas teknis perjalanan, tetapi juga menekankan pentingnya kesiapan lahir dan batin.
Menurutnya, ibadah haji harus dijalani dengan menghadirkan diri secara utuh, jasadan wa ruhan. Ia mengingatkan jemaah agar tidak sekadar menjalankan ritual secara fisik tanpa menghadirkan kekhusyukan hati.
“Khusus saat berziarah ke makam Nabi Muhammad SAW di Madinah, jangan sampai yang hadir hanya jasadnya saja, tapi ruhnya entah ke mana-mana. Atau sebaliknya, hanya ruhani saja dengan membaca salawat dari kamar hotel,” pesannya.
Syahbudi mengajak jemaah menghadirkan jasad dan ruh secara bersamaan ketika berziarah. Salam dan selawat, ujarnya, hendaknya disampaikan dengan penuh kelembutan dan ketundukan.
“Hadirilah makam Nabi, ucapkan salam dan salawat dengan khusyuk,” katanya.
Ia juga mengutip hadis riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Al-Baihaqi dengan sanad sahih, yang menyebutkan bahwa setiap salam dan selawat yang disampaikan kepada Rasulullah SAW akan dijawab oleh beliau dengan izin Allah SWT.
Pantauan di lokasi, para jemaah mengikuti manasik dengan serius dan khidmat. Kegiatan dilanjutkan dengan praktik mengenakan pakaian ihram sebagai bagian dari persiapan teknis ibadah.
Selain materi manasik, Syahbudi turut memaparkan sejumlah kebijakan penyelenggaraan haji, baik di dalam maupun luar negeri. Mulai dari kuota haji, Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BIPIH), hingga layanan akomodasi, konsumsi, dan transportasi bagi jemaah.
Melalui pembekalan ini, ia berharap jemaah haji Kota Batam dapat mempersiapkan diri secara menyeluruh—tidak hanya dari sisi administrasi dan fisik, tetapi juga mental dan spiritual—sehingga mampu menunaikan ibadah dengan baik dan meraih haji yang mabrur. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO