Buka konten ini

LINGGA (BP) – Warga Desa Belungkur, Kecamatan Lingga Utara, Kabupaten Lingga, dihebohkan dengan penemuan puluhan karung yang diduga berisi limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) di Pantai Dungun, Jumat (6/2).
Puluhan karung tersebut ditemukan warga dalam kondisi tertutup rapat. Namun, dari dalam karung terlihat cairan menyerupai minyak berwarna hitam yang merembes keluar. Temuan itu memicu kekhawatiran warga, terlebih muncul dugaan karung-karung tersebut berkaitan dengan kasus serupa yang sebelumnya terjadi di Kabupaten Bintan.
Kepala Desa Belungkur, Arif Rafandi, mengatakan pihaknya menerima laporan warga terkait temuan karung yang mengeluarkan cairan hitam tersebut. Untuk memastikan asal-usul dan kandungan di dalam karung, pemerintah desa langsung melaporkan kejadian itu ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lingga.
“Laporan dari warga sudah kami teruskan ke DLH agar dilakukan pemeriksaan, apakah isi karung tersebut berbahaya bagi masyarakat maupun ekosistem laut,” kata Arif.
Kepala DLH Kabupaten Lingga, Djoko Wiyono, membenarkan adanya penemuan puluhan karung di Pantai Dungun. Hingga Minggu (8/2), sekitar 40 karung telah diamankan.
“Benar, sekitar 40 karung sudah kita amankan. Namun, masih ada karung lainnya di sepanjang pantai. Saya sudah meminta kepala desa dan warga untuk mengumpulkan seluruh karung yang tersisa,” ujar Djoko.
Djoko menambahkan, di lokasi penemuan juga ditemukan dua ekor bangkai penyu yang telah mati. Berdasarkan dugaan awal, isi karung tersebut mengandung limbah B3.
“Pada saat yang bersamaan, kami menemukan dua ekor bangkai penyu. Untuk sementara, dugaan awal isi karung merupakan limbah B3,” jelasnya.
Menurut Djoko, setelah dilakukan pemeriksaan awal, isi karung diketahui berupa campuran kumuk dan oli dalam bentuk cairan, yang menyebabkan keluarnya cairan hitam menyerupai minyak.
DLH Lingga berencana menyurati Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan untuk tindak lanjut penanganan kasus tersebut.
“Hari Senin (9/2), kami akan menyurati pemerintah provinsi dan kementerian terkait untuk penanganan lanjutan. Sambil menunggu, kami juga akan melakukan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan kandungan zat di dalam karung,” kata Djoko.
DPRD Kepri Minta Pusat Turun Tangan
Penemuan puluhan karung yang diduga berisi limbah B3 di perairan Lingga turut mendapat sorotan dari DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Anggota DPRD Kepri Daerah Pemilihan Bintan–Lingga, Hanafi Ekra, mengapresiasi langkah cepat DLH Lingga dalam merespons laporan warga.
Namun, Hanafi menegaskan kasus ini tidak lagi menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan sudah masuk ranah pemerintah pusat.
“Apalagi kejadian serupa sudah terjadi di dua kabupaten, yakni Bintan dan Lingga. Negara harus hadir untuk mencegah agar kasus seperti ini tidak terulang,” tegas Hanafi.
Ia mengingatkan agar wilayah Kepulauan Riau tidak dijadikan sebagai lokasi pembuangan limbah berbahaya. Pasalnya, sebagian besar masyarakat di Bintan dan Lingga menggantungkan hidup dari sektor kelautan dan perikanan.
“Kita harus mengusut siapa dalang di balik pembuangan limbah ini. Jangan sampai keberadaan karung-karung tersebut merugikan masyarakat nelayan dan merusak lingkungan laut,” ujarnya.
Hanafi berharap pemerintah pusat segera melakukan penyelidikan menyeluruh terkait penemuan ratusan karung yang diduga berisi limbah B3 di perairan Bintan dan Lingga.
“Jangan sampai lingkungan kita hancur dan tercemar akibat ulah oknum yang tidak bertanggung jawab,” pungkasnya. (*)
Reporter : VATAWARI
Editor : GUSTIA BENNY