Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Sebanyak 11 pengendara sepeda motor di Pulau Jemaja terjaring razia Kepolisian Sektor (Polsek) Jemaja karena menggunakan knalpot brong. Penertiban dilakukan dalam operasi Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD) pada Sabtu (8/2) malam.
Operasi tersebut digelar sebagai upaya menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat, khususnya pada malam akhir pekan yang kerap diwarnai aktivitas remaja di jalan raya.
Pengendara yang terjaring razia mayoritas merupakan anak baru gede (ABG). Mereka kedapatan berkendara dengan gaya ugal-ugalan serta sengaja menggunakan knalpot tidak standar untuk menarik perhatian.
Knalpot brong yang digunakan menimbulkan suara bising dan dinilai mengganggu ketenangan warga, terutama di kawasan permukiman dan pusat aktivitas masyarakat.
Kapolsek Jemaja Iptu Sutomo mengatakan, penindakan dilakukan setelah pihaknya menerima sejumlah keluhan warga terkait suara knalpot yang meresahkan.
“Petugas kami mendapati sekelompok pemuda mengendarai sepeda motor dengan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi,” ujar Sutomo, Minggu (9/2).
Ia menjelaskan, razia dilakukan dengan metode penyisiran di sejumlah titik yang kerap menjadi lokasi berkumpulnya anak muda pada malam hari. Penyisiran dimulai dari kawasan Pelabuhan Berhala hingga Tugu Kemerdekaan, yang dikenal sebagai jalur utama dan pusat keramaian di Pulau Jemaja.
Dalam pemeriksaan tersebut, petugas langsung memberikan tindakan kepada pengendara yang terbukti melanggar aturan lalu lintas, khususnya penggunaan knalpot tidak standar.
Para pemilik kendaraan diwajibkan mengganti knalpot brong dengan knalpot standar pabrikan sebelum sepeda motor mereka dapat dibawa pulang. “Kami minta langsung diganti malam itu juga. Mereka harus tertib berlalu lintas,” tegas Sutomo.
Selain penindakan, para pengendara juga diberikan pembinaan agar tidak mengulangi pelanggaran serupa. Polsek Jemaja turut memberikan edukasi mengenai pentingnya keselamatan berlalu lintas serta menjaga ketertiban umum demi kenyamanan bersama.
Menurut Sutomo, pendekatan persuasif tetap diutamakan, mengingat sebagian besar pelanggar masih berusia remaja.
“Alhamdulillah belum ditemukan aksi balap liar. Masih sebatas kenakalan remaja yang ingin gaya-gayaan,” tuturnya.
Polsek Jemaja memastikan operasi serupa akan terus digelar secara rutin sebagai langkah pencegahan agar pelanggaran lalu lintas dan gangguan ketertiban tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius. (***)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY