Buka konten ini
BATAM KOTA (BP) – Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan hasil pertemuannya dalam rapat kerja nasional (rakernas) bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam forum tersebut, Presiden menekankan pentingnya tata kota yang bersih, rapi, dan tertata sebagai bagian dari arah pembangunan nasional.
Amsakar mengatakan, arahan Presiden itu akan disampaikan secara menyeluruh kepada jajaran aparatur Pemerintah Kota (Pemko) Batam pada apel mendatang. Ia ingin pesan tersebut menjadi pedoman bersama dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Saya ingin nanti pada saat apel bisa menyampaikan apa yang menjadi arahan Pak Presiden. Salah satu yang beliau tekankan adalah bagaimana kota itu bersih, rapi, dan baik. Itu betul-betul menjadi atensi beliau,” kata Amsakar, Jumat (6/2) sore.
Selain penataan kota, Presiden juga menyoroti sejumlah isu strategis nasional. Di antaranya penguatan nilai kebangsaan, ketahanan nasional, ketahanan energi, hingga pengembangan kapasitas sumber daya manusia (SDM).
Tak kalah penting, pemberdayaan ekonomi kerakyatan dan pengentasan kemiskinan turut menjadi fokus utama. Menurut Amsakar, Presiden menekankan agar setiap kebijakan memiliki mata rantai yang saling terhubung dan berdampak langsung kepada masyarakat.
“Contohnya program makan bergizi gratis. Itu bukan hanya soal gizi anak-anak, tetapi juga menghidupkan petani, transportasi, hingga sektor pendukung lainnya. Anak-anak mendapat asupan gizi, dan pada saat yang sama tercipta lapangan kerja,” ujarnya.
Ia menyebutkan, berbagai program nasional tersebut telah menyerap lebih dari satu juta tenaga kerja. Artinya, efek kebijakan tidak berdiri sendiri, melainkan saling menguatkan antar-sektor.
Amsakar juga menyinggung keberadaan Koperasi Merah Putih yang dinilai membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Menurutnya, koperasi tersebut bukan sekadar ruang partisipasi warga, melainkan juga sumber penghidupan.
“Koperasi Merah Putih itu sudah merekrut banyak kesempatan bagi warga. Bukan hanya untuk berkiprah, tetapi juga menjadi sumber pencaharian,” katanya.
Ke depan, sejumlah program lain juga akan terus dikembangkan, termasuk di sektor perumahan rakyat dan kebijakan yang berbasis pada kebutuhan masyarakat.
Arahan Presiden tersebut, lanjut Amsakar, menjadi pengingat bagi seluruh pemerintah daerah agar pembangunan tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga menyentuh kesejahteraan, kemandirian ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. (*)
Reporter : M. SYA’BAN
Editor : GALIH ADI SAPUTRO