Buka konten ini
BATAM (BP) – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) telah menyiapkan lahan seluas 20 hektare di kawasan Dompak untuk pembangunan Sekolah Garuda. Namun, hingga kini realisasi sekolah unggulan nasional tersebut masih menunggu keputusan dan regulasi dari pemerintah pusat.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kepri, Andi Agung, mengatakan, kesiapan daerah pada prinsipnya telah final dari sisi penyediaan lahan. Pemerintah daerah tinggal menanti kepastian skema pelaksanaan dari kementerian terkait.
“Untuk Sekolah Garuda di Kepri, lahannya sudah siap di Dompak seluas 20 hektare. Saat ini kami masih menunggu aturan dan keputusan dari pemerintah pusat,” ujarnya, Kamis (5/2).
Sekolah Garuda merupakan program pendidikan unggulan berasrama yang menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut dirancang untuk mencetak sumber daya manusia berprestasi, berkarakter, dan memiliki daya saing global menuju visi Indonesia Emas 2045.
Melalui APBN 2025, pemerintah pusat mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 triliun untuk penyelenggaraan Sekolah Garuda. Dari jumlah tersebut, Rp1 triliun disiapkan sebagai dana abadi sekolah unggul guna menjamin keberlanjutan program dalam jangka panjang.
Secara nasional, Sekolah Garuda telah diluncurkan di 16 titik. Sebanyak 12 sekolah ditetapkan sebagai Sekolah Garuda Transformasi, yakni penguatan terhadap SMA/MA unggulan yang sudah ada. Sementara itu, empat lainnya merupakan Sekolah Garuda Baru yang dibangun dari awal dan ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran 2026/2027.
Pemerintah menargetkan hingga 2029 akan terbentuk 80 Sekolah Garuda Transformasi dan 20 Sekolah Garuda Baru.
Meski demikian, mekanisme yang diterapkan di sejumlah daerah tersebut belum berlaku di Kepri. Di beberapa wilayah lain, pelaksanaan program sudah berjalan meski pembangunan fisik belum sepenuhnya rampung. Untuk Kepri, skema pelaksanaannya masih menunggu arahan lebih lanjut dari pusat.
“Apakah pembangunan fisik dilakukan terlebih dahulu atau sekolah bisa mulai berjalan dengan fasilitas sementara, itu masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat,” kata Andi.
Pemprov Kepri menyatakan siap mendukung penuh program tersebut, termasuk melakukan koordinasi lintas sektor apabila penetapan resmi telah dikeluarkan. Keberadaan Sekolah Garuda di Kepri dinilai akan memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi pusat pengembangan talenta unggul di wilayah perbatasan.
Kepri memiliki urgensi tersendiri untuk menghadirkan pendidikan berstandar global. Lahan telah tersedia dan komitmen daerah telah disiapkan. Kini, langkah selanjutnya sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO