Buka konten ini

OTORITAS Jasa Keuangan (OJK) mencatat sektor industri keuangan di tanah air telah menyalurkan pembiayaan senilai Rp 149,62 triliun untuk dua program prioritas Presiden Prabowo Subianto di sepanjang tahun 2025.
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi merinci jumlah tersebut terdiri dari Rp 148,6 triliun untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih). Sedangkan Rp 1,02 triliun untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
”Dalam mendukung pembiayaan Kooperasi Desa Merah Putih dapat kami sampaikan bahwa per Desember tahun 2025 telah disalurkan pembiayaan sebesar Rp 148,6 triliun sebagai pembiayaan awal untuk pembangunan 80 ribu Kooperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia,” kata perempuan yang akrab disapa Kiki, seperti dikutip Jumat (6/2).
”Sedangkan untuk program makan berisi gratis telah disalurkan pembiayaan oleh sektor jasa keuangan untuk mendukung ekosistem MBG kepada 952 SPPG dengan nilai lebih dari Rp1,02 triliun,” tambahnya.
Di sisi lain, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga akhir Desember 2025 mencapai Rp51,5 triliun.
Angka tersebut setara dengan 72,5 persen dari alokasi anggaran dari APBN yang sebesar Rp71 triliun di tahun 2025. Artinya masih terdapat 27,5 persen atau Rp19,5 triliun lagi anggaran yang belum diserap.
“Realisasi anggaran (Makan Bergizi Gratis) per 31 Desember 2025 sebesar Rp51,5 triliun,” kata Thomas Djiwandono, Wakil Menteri Keuangan dalam APBN Kita, pada Januari lalu.
Sementara itu, Kementerian Koordinator bidang Pangan mencatat bahwa pembangunan Kopdes Merah Putih masih jauh dari target. Hingga awal Februari bangunan fisik kopdes yang selesai baru sekitar 650 unit. Ke depan ditargetkan bangunan itu akan selesai pada April atau Mei mencapai 5.000 unit.
Bahkan, gerai-gerai itu akan bisa diselesaikan dengan jumlah mencapai 29 ribu unit hingga Juni 2026. Sehingga, setelah pembangunan rampung, maka Kopdes akan bisa berjalan secara bertahap. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI