Buka konten ini

Membuka cafe bukan hanya soal menyajikan kopi dan makanan lezat, tapi juga tentang membangun sebuah brand yang kuat dan menarik. Dengan konsep yang tepat dan strategi pemasaran yang jitu, cafe bisa menjadi tempat favorit masyarakat dan meningkatkan kesadaran brand secara signifikan. Bagaimana caranya? Bangun kafe, tampilkan brand!

DILANSIR Kochiro, di era sekarang, cafe tidak lagi sekadar tempat ngopi, tapi sudah menjadi ruang experience. Mulai dari tempat kerja dadakan, spot nongkrong, sampai konten media sosial, semuanya bertemu di satu titik. Inilah alasan kenapa model cafe kekinian jadi faktor krusial yang wajib dipertimbangkan oleh pebisnis. ”Dari pengalaman kami sebagai studio desain interior dan arsitektur, pasti klien datang karena ingin cafenya relevan dengan market dan tahan tren, ”kata.
Konsep Japandi & Minimalis
Salah satu konsep cafe kekinian yang masih sangat diminati adalah gaya Japandi, perpaduan Japanese dan Scandinavian. Ciri khasnya ada pada warna netral, material kayu, dan tata ruang yang rapi tapi tetap hangat.
Konsep ini cocok untuk kamu yang menargetkan market urban, pekerja remote, atau pecinta suasana tenang. Dari sisi desain, Japandi juga lebih fleksibel, sehingga tidak cepat terlihat ketinggalan zaman.
Cafe Industrial
Dulu, konsep industrial identik dengan kesan keras, beton ekspos, besi hitam, dan pencahayaan minim. Tapi sekarang, model cafe kekinian industrial berkembang menjadi lebih ramah.
Elemen kasar dipadukan dengan tanaman, lampu warm light, dan furniture ergonomis. Hasilnya? Tetap edgy, tapi nyaman untuk duduk lama. Konsep ini sering dipilih pebisnis yang ingin tampil maskulin namun tetap relevan untuk berbagai kalangan.

Natural & Green Cafe Concept
Kesadaran akan lingkungan juga mempengaruhi tren desain. Cafe dengan banyak bukaan, tanaman hijau, dan material alami menjadi salah satu model cafe kekinian yang sangat diminati.
Selain menyejukkan mata, konsep ini memberikan kesan healing. Dari sudut pandang desain arsitektur, green concept juga membantu sirkulasi udara dan pencahayaan alami, yang artinya lebih efisien secara energi.
Cafe dengan Spot Instagramable
Sekarang hampir semua pebisnis ingin cafenya instagramable. Tapi perlu diingat, spot foto yang baik bukan tempelan semata. Dalam model cafe kekinian, elemen visual seperti mural, cermin besar, permainan tekstur, hingga focal point harus menyatu dengan konsep utama.
Berdasarkan pengalaman kami, cafe dengan spot foto yang terencana sejak awal justru terlihat lebih eksklusif dan tidak terkesan gimmick.
Multifungsi & Fleksibel
Tren berikutnya adalah cafe yang bisa beradaptasi. Siang hari untuk kerja atau meeting kecil, malam hari berubah jadi tempat nongkrong.
Konsep cafe seperti ini membutuhkan layout fleksibel, pemilihan furniture modular, dan pencahayaan yang bisa diatur. Di sinilah peran desain interior dan arsitektur menjadi sangat penting agar fungsi dan estetika bisa berjalan beriringan.
Identitas Brand yang Kuat
Lebih dari sekadar tren, cafe yang sukses adalah cafe yang punya karakter. Konsep cafe seharusnya merepresentasikan brand kamu, mulai dari warna, bentuk, hingga suasana.
Pada akhirnya, mengikuti tren bukan berarti meniru mentah-mentah. Yang terpenting adalah menentukan model cafe yang sesuai dengan konsep bisnis, target market, dan nilai brand kamu. (***)
Reporter :JP GROUP
Editor : ANDRIANI SUSILAWATI