Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek yang jatuh pada 17 Februari mendatang, arus penumpang di Kabupaten Kepulauan Anambas diperkirakan tidak mengalami lonjakan signifikan. Kondisi ini berbeda dengan momen libur besar lainnya yang biasanya diikuti peningkatan jumlah penumpang.
Prediksi tersebut didasarkan pada pengalaman beberapa tahun terakhir. Warga Tionghoa asal Anambas yang merantau ke luar daerah cenderung tidak pulang kampung atau mudik saat perayaan Imlek.
Tradisi pulang ke kampung halaman pada momen Imlek kini mulai berkurang. Banyak warga memilih merayakan Imlek di tempat mereka merantau, seperti Batam dan Tanjungpinang.
Tokoh Tionghoa Anambas, Acia, mengatakan fenomena tersebut sudah berlangsung cukup lama. Menurutnya, sekitar tiga tahun terakhir warga Tionghoa asal Anambas tidak ramai pulang ke daerah asal.
“Sudah tiga tahun terakhir ini banyak warga kami yang tidak pulang. Mereka lebih memilih merayakan Imlek di perantauan seperti Batam dan Tanjungpinang,” ujar Acia saat ditemui di Pelabuhan Tarempa, Jumat (6/2) pagi.
Acia menjelaskan, salah satu alasan utama warga memilih tidak pulang adalah karena mereka sudah lama menetap di perantauan. Banyak di antaranya telah berkeluarga dan memiliki kehidupan yang mapan di luar daerah.
Sebagian besar warga Tionghoa Anambas di perantauan bahkan telah memiliki anak dan cucu. Kondisi ini membuat mereka merasa lebih praktis dan nyaman merayakan Imlek di tempat tinggal saat ini.
Selain itu, faktor biaya dan waktu perjalanan juga menjadi pertimbangan. Perjalanan laut yang cukup panjang dinilai melelahkan, terutama bagi warga yang sudah berusia lanjut.
Acia menambahkan, warga biasanya hanya pulang ke Anambas pada momen tertentu saja, seperti saat ada keperluan adat atau keagamaan.
“Mereka biasanya pulang kalau ada sembahyang arwah atau leluhur saja,” jelas Acia, yang saat itu hendak berangkat ke Batam untuk merayakan Imlek bersama anaknya.
Sementara itu, pantauan Batam Pos di Pelabuhan Tarempa menunjukkan kondisi penumpang yang masih sepi. Aktivitas penumpang belum terlihat meningkat meski perayaan Imlek tinggal menghitung hari.
Saat KM Bukit Raya yang melayani rute Tarempa–Kijang, Kabupaten Bintan, bersandar di pelabuhan, jumlah penumpang tampak tidak banyak.
Penumpang yang ada didominasi warga yang hendak mengurus keperluan pribadi maupun pekerjaan ke Tanjungpinang dan Batam, bukan untuk pulang kampung merayakan Imlek.
Petugas Pelabuhan Tarempa, Raihan, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebutkan, baik kapal Pelni maupun kapal feri belum menunjukkan peningkatan jumlah penumpang.
“Penumpang masih sepi, baik kapal Pelni maupun kapal feri. Menjelang Imlek memang belum terlihat peningkatan,” ujar Raihan.
Dengan kondisi tersebut, arus penumpang jelang Imlek di Kabupaten Kepulauan Anambas dipastikan masih landai. Hal ini mencerminkan perubahan pola perayaan Imlek, yang kini lebih banyak dirayakan bersama keluarga di perantauan ketimbang pulang kampung. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY