Buka konten ini

ANAMBAS (BP) – Persoalan sampah menjadi perhatian serius Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas. Timbunan sampah tidak hanya terlihat di kawasan permukiman warga, tetapi juga mulai mencemari sejumlah objek wisata yang selama ini menjadi andalan daerah.
Kondisi tersebut dinilai mengkhawatirkan mengingat sektor pariwisata merupakan salah satu sumber pendapatan daerah. Jika persoalan sampah tidak segera ditangani secara menyeluruh, dikhawatirkan dapat menurunkan minat wisatawan untuk berkunjung ke wilayah perbatasan tersebut.
Isu kebersihan lingkungan juga mendapat sorotan nasional. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, telah mengultimatum seluruh kepala daerah hingga instansi vertikal agar lebih serius menjaga kebersihan lingkungan. Kebersihan dinilai sebagai faktor penting untuk mendukung pariwisata sekaligus menciptakan kehidupan masyarakat yang sehat.
Menanggapi kondisi itu, Tokoh Masyarakat Anambas, Indra Gunawan, menilai persoalan sampah sebenarnya dapat diatasi jika pemerintah daerah memaksimalkan kolaborasi dengan pihak swasta. Salah satu solusi konkret yang dinilainya efektif adalah pengadaan Bank Sampah.
“Sampah ini sebenarnya bisa bernilai jika dikelola dengan baik. Pemerintah daerah perlu menggandeng pihak swasta untuk memperbanyak Bank Sampah di Anambas,” ujar Indra.
Menurutnya, keberadaan Bank Sampah tidak hanya berkontribusi terhadap kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. Selain mengurangi volume sampah yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), pengelolaan tersebut juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan baru.
“Kalau Bank Sampah dimaksimalkan, masyarakat bisa menabung sampah dan mendapatkan uang. Ini tentu membantu ekonomi warga, khususnya masyarakat menengah ke bawah,” tambahnya.
Indra menyebutkan, sejauh ini komitmen nyata dalam pengembangan Bank Sampah baru datang dari Yayasan Anambas Foundation. Yayasan tersebut telah mendirikan Bank Sampah di sejumlah titik sehingga sampah yang dikumpulkan warga dapat ditukar menjadi uang.
Selain itu, Indra juga menyoroti kondisi TPA di Desa Tarempa Selatan yang dinilainya perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah daerah. Jika tidak dikelola dengan baik, TPA dikhawatirkan menimbulkan gangguan bagi masyarakat sekitar dan tidak mampu menampung volume sampah yang terus bertambah.
“TPA di Tarempa Selatan harus benar-benar diperhatikan. Kalau tidak dikelola dengan baik, dampaknya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat sekitar,” tegasnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Kepulauan Anambas, Nurullah, mengatakan pihaknya terus berupaya mencari solusi terhadap persoalan sampah di daerah tersebut.
Khusus untuk TPA, Nurullah menjelaskan bahwa pihaknya tengah mengupayakan pembebasan sebagian lahan di pintu masuk area TPA agar pengelolaan sampah dapat berjalan lebih optimal.
“Dulu sempat dipalang oleh pemilik lahan. Sekarang kami berupaya secepatnya melakukan pembebasan agar akses ke TPA tidak terkendala lagi,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya juga berencana mengadakan mesin generator penghancur sampah. Langkah tersebut dilakukan seiring aturan terbaru yang tidak lagi memperbolehkan pembakaran sampah.
“Kami sedang mengupayakan pengadaan mesin penghancur sampah. Karena pembakaran sampah sudah tidak diperbolehkan,” jelas. (*)
Reporter : IHSAN IMADUDDIN
Editor : GUSTIA BENNY