Buka konten ini

NONGSA (BP) – Sebanyak 200 personel gabungan menertibkan aktivitas tambang pasir ilegal di Kawasan Keselamatan Operasi Penerbangan (KKOP) Bandara Internasional Hang Nadim, Rabu (4/2). Penertiban dilakukan untuk menjaga keselamatan penerbangan sekaligus melindungi kawasan bandara sebagai objek vital nasional.
Kegiatan tersebut dipimpin Direktorat Pengamanan (Ditpam) Aset dan Kawasan BP Batam dengan melibatkan unsur TNI dan Polri. Personel yang diterjunkan terdiri atas Ditpam BP Batam, Lanud Hang Nadim, Polsek Bandara, Kodim 0316, serta Pengelola Kawasan Bandara BP Batam.
Penindakan ini merupakan respons atas maraknya aktivitas penambangan tanpa izin di sekitar kawasan bandara. Aktivitas tersebut dinilai berpotensi mengganggu keselamatan operasional penerbangan serta menimbulkan kerusakan lingkungan.
Direktur Pengamanan Aset dan Kawasan BP Batam, Mujiyono, menegaskan bahwa Bandara Internasional Hang Nadim merupakan salah satu pintu gerbang utama investasi dan kunjungan wisatawan ke Batam. Karena itu, keberadaan aktivitas ilegal di wilayah KKOP tidak bisa ditoleransi.
“Bandara merupakan objek vital nasional yang harus diamankan dalam rangka menjaga dan meningkatkan investasi Kota Batam,” ujarnya.
Menurut dia, pengamanan kawasan bandara tidak dapat dilakukan secara parsial. Dibutuhkan sinergi lintas sektor agar KKOP tetap steril dari aktivitas yang melanggar ketentuan.
“Karena itu, kami melibatkan TNI, Polri, dan pengelola kawasan sebagai bagian dari upaya bersama untuk memastikan kawasan ini aman dan tertib,” katanya.
Selain berdampak pada aspek keselamatan penerbangan, tambang pasir ilegal juga menyebabkan kerusakan lingkungan di sekitar kawasan bandara. Kondisi tersebut dikhawatirkan menimbulkan dampak jangka panjang jika tidak segera ditangani.
Mujiyono mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas ilegal di wilayah KKOP demi menjaga keselamatan penerbangan sekaligus mendukung iklim investasi di Batam. Ia berharap penertiban ini tidak berhenti pada satu kegiatan, melainkan diikuti pengawasan berkelanjutan.
“Yang kami dorong adalah keberlanjutan pengawasan agar kegiatan tambang pasir ini tidak muncul kembali di kawasan bandara,” tegasnya. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO