Buka konten ini

JAKARTA (BP) – British Council memastikan pelaksanaan East Asia Education Week (EAEW) 2026 untuk ketiga kalinya akan digelar di Indonesia. Agenda tahunan tersebut berlangsung pada 2–6 Februari 2026 di Universitas Prasetiya Mulya, BSD City, Tangerang.
Kegiatan ini menjadi wadah strategis yang mempertemukan para pemangku kepentingan dan pimpinan institusi pendidikan tinggi dari Inggris dan kawasan Asia Timur. Forum tersebut diarahkan untuk mempererat kerja sama lintas negara sekaligus merespons berbagai tantangan terbaru dalam dinamika pendidikan tinggi global.
Dalam rangkaiannya, EAEW 2026 menghadirkan ThinkTNE Forum yang menitikberatkan pembahasan pada pendidikan transnasional (transnational education/TNE), serta East Asia Agents Conference yang mengulas perkembangan dan arah baru dalam rekrutmen mahasiswa internasional. Kedua agenda ini dirancang untuk mendorong dialog, memperluas kolaborasi, serta membangun masa depan kemitraan pendidikan tinggi antara Inggris dan negara-negara Asia Timur.
Direktur Pendidikan Asia Timur British Council, Leighton Ernsberger, menuturkan bahwa lembaga pendidikan di Asia Timur maupun Inggris kini dihadapkan pada perubahan ekspektasi serta keterbatasan sumber daya. Dalam kondisi tersebut, kerja sama multilateral menjadi elemen penting dalam ekosistem TNE.
“ThinkTNE Forum 2026 akan membahas bagaimana kemitraan dapat terus berkembang agar tetap relevan, berkualitas, dan memberikan manfaat bersama,” ujarnya, Rabu (4/2).
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamen Dikti Saintek) Stella Christie menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk tampil sebagai pemain utama dalam pendidikan global, seiring posisinya sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia.
“Indonesia memiliki kesempatan untuk memimpin dunia pendidikan. Kita negara besar dan sebenarnya siap. Inilah yang membuat Presiden mendorong lahirnya terobosan atau game changer,” katanya.
Ia menambahkan, transformasi ekosistem pendidikan nasional ditempuh melalui pendekatan kerja sama antarnegara. “Karena itu Presiden mendorong kolaborasi Government to Government (G-to-G) untuk mengubah ekosistem pendidikan di Indonesia,” ujarnya.
Di sisi lain, Direktur Indonesia dan Direktur Asia Tenggara British Council, Summer Xia, menyampaikan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai tuan rumah. Menurutnya, forum ini menjadi momentum untuk merancang pola kemitraan yang inovatif dan berkelanjutan.
“Bersama-sama, kita dapat merumuskan model kerja sama yang relevan, mendukung ambisi Indonesia, serta memperkuat kemitraan jangka panjang di kawasan dan sekitarnya,” ujarnya. (***)
Reporter : JP Group
Editor : PUTUT ARIYO