Buka konten ini

JAYAPURA (BP) – Kunjungan penilaian bersama terhadap proyek bantuan pemerintah Tiongkok dan UNICEF untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia digelar pada 3 dan 4 Februari di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua.
Sekretaris Daerah Provinsi Papua, Christian Sohilait, menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan tanpa pamrih dari pemerintah Tiongkok, yang telah memungkinkan kelompok rentan di Provinsi Papua, seperti anak-anak dan ibu hamil, untuk menerima makanan yang lebih bergizi dan seimbang, dan bagi anak-anak usia sekolah untuk menerima pendidikan yang lebih baik.
Li Hongwei, Minister Counselor dari Kedutaan Besar Tiongkok di Indonesia, menyatakan bahwa proyek bantuan tersebut telah mencapai hasil positif, bermanfaat bagi hampir 140.000 orang dan membawa manfaat nyata bagi anak-anak, perempuan, dan masyarakat setempat.
Diharapkan semua pihak akan terus memastikan pelaksanaan dan kualitas proyek tersebut, terus meningkatkan status gizi anak-anak dan perempuan di Papua, memperluas jangkauan proyek kepada lebih banyak orang, dan menciptakan model kerja sama trilateral yang efektif dan sukses.
Perwakilan UNICEF di Indonesia, Maniza Zaman, mengatakan berinvestasi pada anak-anak berarti berinvestasi pada masa depan.
UNICEF akan terus mendukung program MBG pemerintah Indonesia guna meningkatkan kesejahteraan anak dan ibu melalui kerja sama dengan mitra internasional.
Sejak Januari 2025, Badan Gizi Nasional (BGN) Indonesia telah melaksanakan program MBG secara nasional. Saat ini, program tersebut telah memberikan manfaat kepada lebih dari 60 juta orang dan pada akhirnya lebih dari 82,9 juta orang akan menerima manfaat dari program itu.
Dalam kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Tiongkok pada November 2024, kedua negara menandatangani Pernyataan Bersama tentang Mempromosikan Kemitraan Strategis Komprehensif dan Membangun Komunitas Indonesia-Tiongkok dengan Masa Depan Bersama, yang komponen kuncinya adalah dukungan Tiongkok untuk program MBG Indonesia.
Pada Desember tahun yang sama, Badan Kerja Sama Pembangunan Internasional China (CIDCA) dan Kantor UNICEF Tiongkok menandatangani sebuah perjanjian yang mendukung pemerintah Indonesia dalam melaksanakan program tersebut.
Ini adalah proyek bantuan tunai pertama yang dilaksanakan bersama oleh pemerintah Tiongkok dan UNICEF di Indonesia, sebuah langkah pragmatis oleh Tiongkok untuk mengimplementasikan konsensus yang dicapai oleh kedua kepala negara.
Program ini bertujuan untuk mengurangi gangguan pertumbuhan dan perkembangan (stunting) serta malanutrisi selama perkembangan anak usia dini yang kritis, meningkatkan perkembangan fisik dan kognitif anak, dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan. Bagi ibu hamil dan menyusui, akses terhadap makanan bergizi memastikan mereka menerima nutrisi penting, sehingga mendorong kehamilan dan perkembangan anak yang sehat.
Sebagai salah satu daerah yang paling kurang berkembang di Indonesia, Papua memiliki angka stunting sebesar 25 persen dan malanutrisi sebesar 13 persen, lebih tinggi daripada angka rata-rata Indonesia. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : GUSTIA BENNY