Buka konten ini

BATAM (BP) – Batam kian memperluas jangkauan perannya di sektor maritim internasional melalui partisipasi BP Batam dalam ajang Euromaritime 2026 yang berlangsung di Marseille, Prancis, Selasa (3/2). Dalam forum industri maritim bergengsi itu, Batam diperkenalkan sebagai platform eksekusi industri yang berada di jalur strategis pelayaran Selat Malaka-Singapura, salah satu koridor perdagangan tersibuk di dunia.
Deputi Bidang Investasi dan Pengusahaan BP Batam, Fary Djemy Francis, hadir sebagai narasumber dalam sesi diskusi dan memaparkan keunggulan kompetitif Batam di hadapan pelaku industri maritim Eropa. Ia menyebut, kombinasi lokasi strategis, status kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), serta ekosistem galangan kapal dan industri pendukung yang telah terbangun menjadi daya tarik utama Batam.
“Batam tidak hanya menawarkan posisi geografis yang unggul, tetapi juga kesiapan industri. Kami berada di jalur perdagangan dunia dan siap menjadi mitra strategis bagi rantai pasok global,” katanya, saat diwawancarai, Rabu (4/2).
Rangkaian kegiatan BP Batam di Marseille diawali dengan pertemuan bersama Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Marseille. Dukungan diplomatik itu untuk memperluas kerja sama ekonomi Indonesia di kawasan Eropa, khususnya di sektor maritim dan investasi.
Konsul Jenderal RI di Marseille, Dian Kusumaningsih, menyampaikan, bahwa kehadiran BP Batam dalam Euromaritime mencerminkan meningkatnya perhatian internasional terhadap Batam sebagai mitra potensial di sektor maritim.
“Kehadiran BP Batam dalam Euromaritime mencerminkan meningkatnya perhatian dan kepercayaan internasional terhadap Batam sebagai mitra strategis di sektor maritim dan investasi,” ujar dia.
Minat pelaku industri Eropa terlihat dari respons positif terhadap kapasitas industri galangan kapal Batam, yang termasuk terbesar dan paling terkonsentrasi di Asia Tenggara.
Sejumlah perusahaan maritim asal Prancis menyatakan ketertarikan untuk menjajaki peluang kolaborasi, mulai dari desain kapal, industri komponen perkapalan, hingga layanan maritim terpadu.
Rencana tindak lanjut berupa agenda business matching di Batam dijadwalkan berlangsung pada Maret 2026 guna mempertemukan pelaku industri kedua negara secara lebih konkret.
Partisipasi BP Batam dalam Euromaritime 2026 turut didukung delegasi daerah dan teknis, antara lain Ketua Kadin Kepri, Mustava; Direktur Pengelolaan Kepelabuhanan BP Batam, Benny Syahroni; serta Direktur Investasi BP Batam, Dendi Gustinandar.
Di tengah dinamika ekonomi global, Batam mencatat realisasi investasi sebesar Rp69,3 triliun sepanjang 2025. Capaian tersebut menjadi modal bagi Batam untuk memperluas jejaring industri dan meningkatkan daya saingnya dalam arsitektur maritim internasional.
Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Kepri, Mustava, yang ikut ambil bagian dalam ajang tersebut mengatakan, bahwa kegiatan tersebut membua peluang kerja sama konkret antara pelaku usaha maritim Kepri dan mitra di Eropa.
Mustava menyampaikan, sektor maritim Kepri memiliki fondasi industri yang kuat. “Di Batam dan wilayah sekitarnya terdapat lebih dari 100 galangan kapal yang aktif beroperasi. Skala industri ini menjadi daya tarik tersendiri bagi mitra internasional, baik untuk pembangunan kapal baru, perbaikan kapal, maupun industri pendukung,” katanya.
Menurutnya, peluang kerja sama dengan Eropa memiliki nilai strategis bagi dunia usaha daerah. Selain membuka akses pasar baru, kolaborasi tersebut berpotensi meningkatkan utilisasi galangan kapal serta memperluas serapan tenaga kerja di sektor maritim.
“Bagi pengusaha lokal, ini bukan sekadar promosi. Kami melihat peluang konkret untuk menjadi mitra produksi, penyedia jasa ship repair, hingga pemasok komponen dan peralatan maritim. Dampaknya tentu pada peningkatan kapasitas usaha dan tenaga kerja,” kata dia.
Ia mengatakan, partisipasi dalam Euromaritime 2026 tidak berhenti pada ajang promosi semata. Sejumlah peluang yang telah teridentifikasi akan ditindaklanjuti melalui agenda business matching di Batam untuk mempertemukan langsung pelaku usaha Kepulauan Riau dengan mitra Eropa.
“Kami ingin ada tindak lanjut yang terukur. Business matching di Batam akan menjadi langkah konkret agar kerja sama yang dibangun di forum internasional benar-benar bermuara pada kontrak dan kolaborasi nyata,” ujar dia. (*)
Reporter : ARJUNA
Editor : ALFIAN LUMBAN GAOL