Buka konten ini

NONGSA (BP) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) dan gelombang laut kategori sedang di sejumlah wilayah pesisir Provinsi Kepulauan Riau pada 3 hingga 7 Februari 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Hang Nadim Batam, Ramlan, menjelaskan potensi rob tersebut dipicu fenomena fase Perigee yang terjadi pada 30 Januari 2026 dan Bulan Purnama pada 2 Februari 2026. Kedua fenomena astronomi itu berpotensi meningkatkan ketinggian maksimum air laut.
“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir diimbau waspada terhadap potensi banjir pesisir atau rob yang dapat terjadi pada 3 hingga 7 Februari 2026,” ujar Ramlan, Selasa (3/2).
BMKG mencatat sejumlah wilayah pesisir di Kepulauan Riau yang berpotensi terdampak. Di Kota Batam, kawasan yang perlu diwaspadai meliputi pesisir Kecamatan Batuaji, Batuampar, Sekupang, Nongsa, dan sekitarnya.
Di Kabupaten Lingga, potensi rob terdapat di pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, Senayang, dan sekitarnya.
Sementara di Kabupaten Karimun, wilayah pesisir Kecamatan Kundur Barat, Karimun, Meral, dan sekitarnya juga berisiko terdampak.
Untuk Kabupaten Bintan, potensi serupa mengancam pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, Bintan Timur, dan sekitarnya.
Adapun di Kota Tanjungpinang, kawasan pesisir Kecamatan Tanjungpinang Kota, Tanjungpinang Barat, Bukit Bestari, dan sekitarnya turut masuk dalam daftar wilayah waspada.
Ramlan menjelaskan, banjir pesisir berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di kawasan pesisir dan pelabuhan, seperti kegiatan bongkar muat, aktivitas permukiman pesisir, hingga usaha tambak garam dan perikanan darat.
Selain potensi rob, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim yang berlaku mulai Rabu, 4 Februari hingga Sabtu, 7 Februari 2026. Pada 4 Februari, gelombang laut diperkirakan mencapai 2,1 meter (kategori sedang) di hampir seluruh perairan Kepulauan Riau, kecuali Perairan Kabupaten Karimun.
Selanjutnya pada 5 Februari, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,8 meter (kategori sedang) di hampir seluruh perairan Kepri, kecuali Perairan Kabupaten Karimun dan Batam. Sementara pada 6 Februari, gelombang hingga 1,4 meter (kategori sedang) berpotensi terjadi di Perairan Utara, Timur, dan Selatan Kepulauan Natuna serta Perairan Subi–Serasan.
BMKG mengimbau nelayan, operator pelayaran, dan masyarakat pesisir agar meningkatkan kewaspadaan, memperhatikan pembaruan informasi cuaca, serta menyesuaikan aktivitas dengan kondisi laut yang berpotensi memburuk.
“Informasi cuaca dan peringatan dini akan terus kami perbarui. Masyarakat diharapkan rutin memantau informasi resmi BMKG,” pungkas Ramlan. (*)
Reporter : YASHINTA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO