Buka konten ini

BATUAJI (BP) – Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Batuaji dan Sagulung kerap menjadi sasaran pengrusakan dan pencurian. Kerusakan yang ditemukan beragam, mulai dari atap berlubang hingga pagar pembatas (railing) yang hilang.
Salah satu kejadian terbaru terjadi di JPO depan kawasan Putri Tujuh, Batuaji. Railing di sisi kiri dan kanan jembatan dilaporkan dicuri menggunakan gergaji besi oleh oknum tak bertanggung jawab beberapa waktu lalu. Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pejalan kaki yang melintas.
Kepala Bidang Prasarana Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Batam, Wendi, mengatakan pihaknya rutin melakukan pengecekan dan pengawasan terhadap kondisi JPO di wilayah tersebut.
“Kami rutin melakukan pengecekan dan pengawasan. Setiap tahun JPO juga direhabilitasi, mulai dari pengecatan hingga perbaikan fasilitas yang rusak,” ujarnya.
Menurut Wendi, aksi pengrusakan terhadap JPO bukanlah hal baru dan kerap terjadi berulang kali. Ia menilai persoalan ini tidak lepas dari rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga fasilitas umum.
“Sudah beberapa kali kami temukan kerusakan yang sama. Ini kembali pada kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga fasilitas umum,” katanya.
Selain melakukan rehabilitasi, Dishub Batam juga berencana menambah jumlah JPO di sejumlah kawasan keramaian atau pusat perbelanjaan guna mempermudah mobilitas masyarakat. Namun, rencana tersebut masih memerlukan kajian teknis yang matang.
“Penambahan JPO perlu analisis dan kerja sama dengan pihak ketiga, terutama yang menyiapkan tenaga ahli,” ungkap Wendi.
Aksi pengrusakan fasilitas umum diketahui masih sering terjadi di kawasan Batuaji dan Sagulung. Kondisi ini tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan pengguna fasilitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Batam, Leo Putra, mengimbau masyarakat agar lebih peduli dan turut menjaga fasilitas umum yang telah tersedia. Ia juga meminta warga segera melapor kepada pihak kepolisian apabila melihat atau mengetahui adanya aksi pencurian fasilitas umum.
“Kesadaran masyarakat harus ditingkatkan. Mari kita saling menjaga fasilitas yang sudah ada,” tuturnya. (*)
Reporter : YOFI YUHENDRI
Editor : GALIH ADI SAPUTRO