Buka konten ini

PRESIDEN Prabowo Subianto mengungkap situasi geopolik global. Dia menyampaikan bahwa saat ini banyak pimpinan dunia khawatir perang dunia ketiga akan pecah. Di tengah kondisi tersebut, Indonesia tetap menganut politik bebas aktif.
Kepala negara menekankan bahwa politik bebas aktif merupakan garis batas sikap Indonesia di ranah global. Politik luar negeri tersebut sudah diterapkan oleh pimpinan Indonesia dari masa ke masa. Menurut dia, sikap itu juga sejalan dengan filosofi 1.000 kawan terlalu sedikit dan 1 lawan terlalu banyak. Namun, Prabowo mengingatkan bahwa Indonesia bisa ditinggal sendirian bila benar-benar nonblok.
”Kita mengerti semua, kita mengerti semua kalau kita sungguh-sungguh mau nonblok, kalau kita sungguh-sungguh mau tidak terlibat dalam pakta, kalau kita sungguh-sungguh mau bersahabat sama semua, berarti kita sendiri. Kalau kita diancam, kalau kita diserang, tidak akan ada yang bantu kita saudara-saudara. Percaya sama saya, no body is going to help us,” kata dia.
Untuk itu, Prabowo menyampaikan bahwa Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Menjadi negara yang berdikari. Menurut dia, itu sesuai dengan ajaran Bung Karno sebagai presiden pertama Indonesia. Juga sesuai dengan nilai-nilai yang ditanamkan oleh Panglima Besar Jenderal Soedirman. Dengan berdikari, Indonesia tidak terlalu bergantung pada luar.
”Yang berlaku di dunia ini sekarang adalah yang kuat akan berbuat apa yang mereka kehendaki, yang lemah akan menderita. Itu yang kita lihat hari ini, kita lihat dimana-mana. Jadi, saudara-saudara tugas saya sebagai presiden, sebagai pemegang kepercayaan rakyat yang disumpah, saya harus menjaga bangsa ini, saya harus menjaga rakyat ini,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, mantan menteri pertahanan (menhan) itu menyampaikan bahwa ancaman senjata nuklir juga menjadi kekhawatiran bersama negara-negara di dunia. Jika perang dunia ketiga pecah dan terjadi perang nuklir, dampaknya akan sangat berbahaya. Bahkan bisa terjadi sampai puluhan tahun. Para ahli telah mengatakan bahwa winter nuclear dari debu-debu nuklir bisa menutup atmosfer dari matahari bertahun-tahun lamanya.
”Saudara-saudara ada simulasi, kalau terjadi perang dunia ketiga nuklir, kita yang tidak terlibat saja pasti kena. Kita akan kena partikel-partikel radioaktif, mungkin ikan-ikan kita nanti akan terkontaminasi semua. Akan terjadi winter nuclear, karena debunya akan menutup matahari. Dan menutup mataharinya tidak 1 tahun, tidak 2 tahun, tidak 3 tahun, para ahli mengatakan bisa winter-nya itu puluhan tahun,” ujarnya. (***)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO