Buka konten ini

SEKUPANG (BP) – Pemerintah Kota Batam kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan meraih Universal Health Coverage (UHC) Award 2025 dalam ajang UHC Awards 2026 yang digelar di JIEXPO Jakarta, Selasa (28/1). Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi pemerintah pusat atas komitmen daerah dalam menjamin perlindungan kesehatan masyarakat melalui Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia, Muhaimin Iskandar, kepada perwakilan kepala daerah penerima UHC Award. Ajang ini diikuti ratusan pemerintah daerah dari seluruh Indonesia yang telah memenuhi kriteria Universal Health Coverage.
UHC Awards merupakan penghargaan nasional bagi pemerintah daerah yang berhasil mencapai dan mempertahankan cakupan kepesertaan JKN secara optimal. Penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain tingginya persentase kepesertaan aktif, keberlanjutan pembiayaan daerah, serta penguatan akses dan mutu layanan kesehatan.
Kota Batam dinilai layak menerima UHC Award 2025 karena konsistensinya memastikan mayoritas penduduk terdaftar sebagai peserta aktif JKN. Selain itu, pemerintah daerah juga dinilai aktif memperkuat layanan kesehatan, baik di fasilitas kesehatan tingkat pertama maupun layanan rujukan, sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang merata dan berkualitas.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, dr. Didi Kusmarjadi, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, hingga masyarakat.
“Penghargaan UHC Award 2025 ini merupakan hasil kerja bersama seluruh pemangku kepentingan di Kota Batam. Ini bukan tujuan akhir, tetapi menjadi penguat komitmen kami untuk memastikan seluruh masyarakat Batam mendapatkan akses layanan kesehatan yang bermutu, berkesinambungan, dan tidak meninggalkan siapa pun,” ujar Didi, Senin (2/2).
Ia menjelaskan, Pemko Batam terus menjaga cakupan kepesertaan JKN tetap tinggi dengan memastikan masyarakat terdaftar sebagai peserta aktif. Di sisi lain, peningkatan kualitas layanan kesehatan juga menjadi fokus utama, baik di puskesmas sebagai layanan primer maupun rumah sakit sebagai layanan rujukan.
“Kami terus memperkuat layanan kesehatan, mulai dari fasilitas kesehatan tingkat pertama hingga rujukan, agar masyarakat Batam dapat mengakses pelayanan kesehatan secara mudah, cepat, dan merata,” katanya.
Menurut Didi, sinergi antara pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, dan fasilitas pelayanan kesehatan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan program JKN di Kota Batam. Dinas Kesehatan, lanjutnya, akan terus memastikan keberlanjutan pembiayaan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan.
Acara penyerahan UHC Awards 2026 turut dihadiri sejumlah pejabat nasional, di antaranya Menteri Kesehatan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, Ketua Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), serta Direktur Utama BPJS Kesehatan. Kehadiran para pemangku kebijakan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan perlindungan kesehatan semesta di Indonesia.
Pemko Batam menegaskan, penghargaan ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan wujud nyata komitmen daerah dalam melindungi hak dasar masyarakat di bidang kesehatan. Ke depan, Batam berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan, memperluas akses, serta memastikan seluruh masyarakat terlindungi dalam Program JKN. (*)
Reporter : RENGGA YULIANDRA
Editor : GALIH ADI SAPUTRO