Buka konten ini

MELBOURNE(BP) – Carlos Alcaraz menyempurnakan career grand slam setelah menjuarai Australian Open (AO) 2026 di Rod Laver Arena, Melbourne Park, Minggu (1/2). Petenis ranking pertama dunia asal Spanyol tersebut meraihnya di usia sangat muda, 22 tahun 8 bulan. Catatan itu melampaui rekor career grand slam termuda milik Don Budge yang bertahan sejak 1938 atau 88 tahun silam!
Alcaraz kini sejajar dengan sejumlah legenda peraih career grand slam era terbuka seperti Rod Laver, Rafael Nadal, Roger Federer, atau Novak Djokovic. Dan, Carlitos –sapaan Alcaraz– meraihnya di usia lebih muda dari sejumlah nama besar tersebut.
Djokovic, yang harus mengakui kekalahan 6-2, 2-6, 3-6, 5-7 oleh Alcaraz di final, tak ragu memberi pengakuan. ”Apa yang sudah kamu lakukan, menurut saya, kata yang paling tepat adalah bersejarah, legendaris! Jadi, selamat dan saya mendoakan yang terbaik untuk kariermu ke depan,” kata petenis 38 tahun asal Serbia itu saat seremoni penyerahan trofi seperti dilansir dari AFP.
Meski begitu, Alcaraz menolak label legenda terlalu dini. ”Bagi saya, legenda tidak dibangun dalam 3-4 tahun tur. Legenda dibangun seiring waktu, melihat seorang pemain datang ke turnamen yang sama setiap tahun dengan ambisi, rasa lapar, dan keinginan yang sama,” tuturnya dikutip dari kanal resmi AO.
Perubahan Taktik
Sukses Alcaraz meraih gelar AO kali pertama tak lepas dari perubahan taktik yang jitu. Sebelumnya, jika kalah pada set pertama, Carlitos akan mencoba bermain agresif.
Pendekatan yang justru beberapa kali dimanfaatkan Djokovic untuk terus mengambil alih kendali permainan. Kali ini, pelatih Samuel Lopez meminta Alcaraz mengambil pendekatan berbeda. Carlitos berdiri lebih jauh di belakang baseline saat menerima servis, lalu memukul groundstroke dengan topspin lebih tinggi, serta memanfaatkan slice dan drop shot untuk memperlambat tempo.
Perubahan tersebut menggeser pertandingan dari adu cepat menjadi reli panjang. Cara itu menguras stamina Djokovic. ”Pada game pertama set kedua, dia membuat beberapa kesalahan mudah yang tidak dia lakukan di set pertama dan itu memberi saya ketenangan serta kepercayaan bahwa pertandingan bisa berubah jika saya tetap positif dan kuat secara mental,” beber Alcaraz.
Bidik Rekor Lain
Setelah mengamankan AO 2026, satu pertanyaan muncul. Apakah Alcaraz bisa meraih calendar grand slam atau memenangi empat turnamen grand slam dalam satu musim? Sesuatu yang belum pernah dicapai petenis putra sejak Rod Laver pada 1969.
Alcaraz memilih meresponsnya dengan sikap hati-hati. “Itu akan menjadi tantangan yang sangat besar. Itu kata-kata yang besar, jujur saja. Saya tidak ingin memberi tekanan pada diri sendiri dengan berpikir saya harus melakukannya,” tutur Alcaraz yang telah dua kali memenangi grand slam selain AO, masing-masing French Open, Wimbledon, dan US Open. (*)
Reporter : JP GROUP
Editor : PUTUT ARIYO